JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menjelaskan penyebab angin yang terasa lebih kencang di Malang Raya dan sejumlah wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dipicu oleh menguatnya angin muson timur yang lazim terjadi saat musim kemarau.
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Malang, Linda Fitrotul, mengatakan peningkatan kecepatan angin mulai teramati sejak pekan lalu. Kondisi tersebut semakin terasa pada Kamis, 23 Juli 2026.
Berdasarkan pengamatan BMKG, kecepatan angin yang sebelumnya berada di kisaran 20 kilometer per jam atau sekitar 11 knot meningkat menjadi sekitar 31 kilometer per jam di wilayah Karangploso. Peningkatan tersebut membuat hembusan angin terasa lebih kuat dibandingkan hari sebelumnya.
Linda menjelaskan, kondisi angin kencang berkaitan dengan pola cuaca saat musim kemarau. Pada periode ini, massa udara kering dari Benua Australia bergerak menuju wilayah Indonesia.
Ketika angin muson timur menguat, kecepatan angin di sejumlah daerah ikut meningkat. Dampaknya, masyarakat merasakan hembusan angin yang lebih kuat, terutama pada siang hari.
BMKG juga mencermati potensi pengaruh fenomena iklim global seperti El Niño dan Indian Ocean Dipole atau IOD positif. Kedua fenomena tersebut dapat memperkuat karakteristik musim kemarau di Indonesia.
Kondisi kemarau yang lebih kuat dapat membuat cuaca cenderung lebih kering dan angin bertiup lebih kencang. Situasi ini juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang rentan.
Angin kencang juga berpotensi menimbulkan sejumlah dampak di lingkungan masyarakat. Pohon tumbang, baliho roboh, hingga kerusakan atap rumah yang tidak terpasang dengan kuat menjadi risiko yang perlu diwaspadai.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di kawasan yang memiliki banyak pepohonan besar dan papan reklame. Warga juga diminta menghindari pembakaran terbuka yang dapat memicu kebakaran selama musim kemarau.
Masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar ketika angin bertiup kencang. Langkah antisipasi diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kerusakan akibat cuaca yang semakin kering serta hembusan angin yang meningkat.