JAKARTA, Cobisnis.com - Jumlah anak yang lahir di Jepang dari keluarga yang memegang kewarganegaraan Jepang meningkat sebesar 0,4 pereen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 320.458 pada enam bulan pertama pada 2026.
Hal tersebut menandai pertama kalinya dalam 11 tahun jumlah bayi baru lahir meningkat dibandingkan tahun sebelumnya pada semester pertama tahun ini, menurut data yang dirilis oleh pemerintah Jepang pada tanggal 4 November.
Dikutip dari vietnam.vn, para ahli berpendapat bahwa peningkatan jumlah bayi baru lahir mungkin disebabkan oleh peningkatan jumlah pernikahan pada 2024 dan 2025, yang merupakan faktor signifikan yang memengaruhi angka kelahiran.
Namun, jumlah kelahiran tahun ini diproyeksikan tetap mendekati angka tahun lalu yaitu 671.270. Ini menandai rekor terendah untuk tahun kesepuluh berturut-turut.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang , jumlah kelahiran tahunan di negara tersebut secara umum mengalami penurunan sejak mencapai 2,09 juta pada tahun 1973, meskipun terdapat fluktuasi dan upaya pemerintah untuk membalikkan tren ini.
Pada 2023, Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial Jepang memproyeksikan bahwa jumlah kelahiran tahunan akan turun di bawah 680.000 pada tahun 2040. Namun, penurunan tersebut terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.
Sebelumnyq pemerintah Jepang telah menerapkan berbagai langkah untuk meningkatkan angka kelahiran, seperti memperluas subsidi pengasuhan anak dan dukungan cuti orang tua. Pemerintah memandang periode menjelang awal tahun 2030-an sebagai kesempatan terakhir untuk mengatasi krisis angka kelahiran.