JAKARTA, Cobisnis.com – PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan pada Semester I 2026 dengan pendapatan mencapai Rp62,71 triliun. Perusahaan juga membukukan laba periode berjalan sebesar Rp6,91 triliun, meningkat 34% dibandingkan Rp5,14 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan ANTAM tumbuh 6,3% dibandingkan Semester I 2025 yang tercatat sebesar Rp59,02 triliun. Kinerja tersebut menjadi modal bagi perusahaan untuk memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan daya saing industri pertambangan, serta menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto, mengatakan perusahaan terus mengoptimalkan portofolio bisnis emas, nikel, dan bauksit. Fokus tersebut dijalankan melalui optimalisasi operasional bernilai tambah tinggi serta pengembangan usaha berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan industri pertambangan Indonesia.
Menurut Wisnu, kinerja positif perusahaan menjadi modal strategis untuk melanjutkan pertumbuhan usaha, menjaga ketahanan industri nasional, dan mempertahankan kepercayaan pemegang saham. ANTAM juga berkomitmen menjalankan tata kelola perusahaan secara baik, terukur, dan bertanggung jawab.
Sejalan dengan upaya memperkuat fundamental bisnis, ANTAM turut mencermati dinamika pasar modal dan mengevaluasi sejumlah opsi strategis, termasuk kemungkinan pembelian kembali saham atau buyback. Langkah tersebut masih dalam tahap kajian dan menjadi salah satu opsi untuk mengoptimalkan struktur modal perusahaan.
Wisnu menjelaskan evaluasi buyback dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kekuatan fundamental dan kemampuan keuangan perusahaan, serta prioritas pendanaan untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha. Perusahaan juga memperhatikan kebutuhan pembiayaan untuk mendukung agenda hilirisasi nasional.
ANTAM akan mempertimbangkan langkah yang sesuai dengan perkembangan pasar dan kondisi perusahaan sebelum mengambil keputusan terkait buyback. Dalam proses tersebut, perusahaan tetap mengedepankan perlindungan kepentingan pemegang saham serta keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Wisnu menegaskan bahwa setiap langkah strategis akan disesuaikan dengan kondisi terkini dan diarahkan untuk memperkuat fundamental perusahaan. ANTAM juga berupaya memastikan keputusan bisnisnya selaras dengan kepentingan nasional sekaligus mendukung penciptaan nilai maksimal bagi pemegang saham secara berkelanjutan.