Apa yang Terjadi dengan Tekanan Darah jika Minum Kopi?

Oleh Chodijah Febriani pada 03 Aug 2026, 23:50 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - menjadi salah satu favorit minuman banyak orang, kopi ternyata juga sangat berbahaya bila dikonsumsi berlebihan, lho!

Sudah menjadi gaya hidup, kopi dipercaya sebagai minuman yang wajib diminum pagi hari. Tapi, apa ada dampak kesehatannya? Benarkah kopi dapat meningkatkan tekanan darah?
Dilansir dari eatwell, Senin (03/08/2026), kandungan kafein pada kopi dapat meningkatkan tekanan darah sementara, bahkan pada orang tanpa hipertensi. Ini disebabkan oleh efek stimulasinya pada sistem saraf pusat, yang memicu pelepasan adrenalin dan menghambat adenosin, zat kimia yang membantu pembuluh darah rileks.
 
Ketika adenosin terhambat, pembuluh darah menyempit, yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, kopi memang dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Namun, hal itu tidak selalu berarti tekanan darah tinggi.
Berikut ini, adapun empat faktor yang memangruhi dampak kopi terhadap tekanan darah.
1. Memblokir adenosin
Adenosin adalah molekul yang meningkatkan rasa kantuk. Kafein memblokir reseptor adenosin, itulah sebabnya kafein membantu Anda merasa lebih terjaga dan waspada.
 
Namun, adenosin juga memengaruhi kesehatan kardiovaskular.. Aktivitas penghambat adenosin oleh kafein dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit, yang dapat meningkatkan tekanan darah.
2. Mengandung antioksidan
Penelitian menunjukkan bahwa stres dan peradangan dapat mencegah sel-sel yang melapisi pembuluh darah kamu mengembang. Ketika pembuluh darah  tidak dapat mengembang dengan baik, tekanan darah kamu akan meningkat. Di sinilah antioksidan berperan. Antioksidan membantu mencegah stres dan peradangan, sehingga meningkatkan fungsi pembuluh darah.
Kopi mengandung banyak antioksidan, termasuk polifenol. Antioksidan ini dapat membantu melebarkan pembuluh darah yang dapat menurunkan tekanan darah seiring waktu. Bahkan, beberapa penelitian menemukan bahwa manfaat antioksidan kopi mungkin lebih besar daripada efek kafein yang meningkatkan tekanan darah.
3. Meningkatkan adrenalin
Sebagai stimulan, kafein memicu kelenjar adrenal untuk melepaskan adrenalin. Hormon ini meningkatkan pembuluh darah, sehingga dapat meningkatkan tekanan darah. Efek ini lebih terasa jika seseorang rutin mengonsumsi kafein dalam jumlah besar.
 
Konsumsi kopi dalam jumlah yang normal tidak terbukti menyebabkan masalah pembuluh darah dalam jangka panjang.
4. Cara menyeduh kopi
Tahukah kamu bahwa cara kamu8 menyeduh kopi dapat mengubah pengaruhnya terhadap kesehatan jantung? Meskipun tampaknya tidak memengaruhi tekanan darah, ternyata cara menyeduh kopi dapat memengaruhi kolestero, yang merupakan faktor risiko lain untuk penyakit jantung dan stroke.
Tips lainnya jika kamu pecinta kopi tapi khawatir dengan tekanan darah.
1. Pantau tekanan darah setelah minum kopi.
Cobalah periksa tekanan darah sebelum dan sesudah minum kopi. Konsumsi sedang (1–2 cangkir per hari) kemungkinan aman jika tidak ada lonjakan yang signifikan.
2. Waspada dengan sumber kafein lainnya
Selain kopi, teh, minuman ringan, cokelat, minuman energi, atau suplemen juga dapat mempengaruhi tekanan darah. 
 
3. Konsultasi dengan dokter
Penting untuk konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan panduan yang sesuai dengan kondisi kamu. Mereka dapat membantu menyusun rencana untuk mengelola tekanan darah kamu, termasuk membantu menentukan berapa banyak kopi yang aman untuk kamu konsumsi.