JAKARTA, Cobisnis.com - Herbalife mengungkapkan bahwa makanan tradisional dari berbagai negara ternyata memiliki prinsip nutrisi yang sejalan dengan pola makan atlet elite. Hal tersebut disampaikan Vice President of Health and Wellness Herbalife, Dr. Luigi Gratton, dalam pembahasan mengenai pentingnya pola makan seimbang bagi performa tubuh.
Menurut Dr. Gratton, anggapan bahwa nutrisi olahraga modern sepenuhnya berasal dari laboratorium tidak sepenuhnya tepat. Ia menilai banyak resep tradisional yang diwariskan secara turun-temurun justru telah menerapkan prinsip gizi yang kini digunakan oleh atlet profesional.
“Kuliner tradisional dari berbagai belahan dunia dibangun di atas prinsip yang sama dengan pola makan para atlet profesional saat ini,” ujar Dr. Luigi Gratton. Prinsip tersebut meliputi keseimbangan makronutrien, penggunaan bahan pangan musiman, protein rendah lemak, biji-bijian utuh, lemak sehat, serta menjadikan makanan sebagai bagian dari kebersamaan.
Di kawasan Asia, berbagai hidangan seperti bibimbap Korea, sup miso Jepang, hingga masakan berbumbu kunyit dinilai memenuhi konsep Performance Plate. Kombinasi karbohidrat, protein, sayuran, serta rempah antiperadangan dipercaya mampu mendukung energi sekaligus mempercepat proses pemulihan setelah berolahraga.
Kuliner Meksiko dan Amerika Tengah juga disebut memiliki komposisi yang ideal bagi atlet melalui perpaduan nasi, kacang-kacangan, dan telur seperti pada huevos rancheros. Sementara itu, feijoada dari Brasil, ceviche khas Peru, hingga minuman yerba mate menawarkan kombinasi protein, karbohidrat, dan kafein yang mendukung performa fisik.
Pola makan Mediterania turut menjadi contoh karena kaya akan makanan laut, biji-bijian utuh, minyak zaitun, serta lemak sehat. Hidangan seperti paella Spanyol dan salad Yunani dianggap mampu memenuhi kebutuhan energi sekaligus membantu proses pemulihan tubuh berkat kandungan antiinflamasi alaminya.
Di Timur Tengah, hummus, falafel, tabbouleh, dan kurma menjadi pilihan makanan yang mendukung kebutuhan nutrisi atlet. Sementara di Afrika, jollof rice dan shakshuka menawarkan kombinasi karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang telah menjadi santapan bergizi masyarakat setempat selama bertahun-tahun.
Dr. Gratton menegaskan bahwa prinsip nutrisi olahraga dapat diterapkan siapa saja tanpa harus meninggalkan budaya kuliner lokal. “Fondasinya sudah ada sejak dulu—dunia olahraga hanya memberikan nama baru bagi prinsip tersebut,” tutupnya.