Apakah Air Mata Bisa Membatalkan Puasa? Simak Penjelasan Lengkapnya

Oleh Desti Dwi Natasya pada 17 Feb 2026, 14:28 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Menangis adalah bentuk luapan emosi yang wajar dialami setiap orang, baik karena sedih, terharu, maupun bahagia. Saat menjalankan ibadah puasa, umat Islam memang diwajibkan menahan lapar dan dahaga, sekaligus menjaga perilaku serta emosi. Lalu, muncul pertanyaan yang kerap dibahas: apakah menangis bisa membatalkan puasa?

Dalam aturan fikih, puasa batal apabila seseorang dengan sengaja memasukkan sesuatu ke dalam rongga tubuh (jauf), seperti makan, minum, atau hal lain yang sampai ke bagian dalam tubuh melalui lubang tertentu. Karena itu, persoalan tangisan perlu dilihat dari sudut pandang tersebut.

Mengutip penjelasan dari NU Online, menangis pada dasarnya tidak membatalkan puasa. Air mata yang keluar bukanlah sesuatu yang masuk ke dalam rongga tubuh. Bahkan dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa Abu Bakar As Shiddiq dikenal sering menangis ketika salat atau membaca Al-Qur’an. Meski tidak dijelaskan secara spesifik terkait kondisi puasa, hal tersebut menunjukkan bahwa tangisan bukanlah hal terlarang.

Penegasan serupa dapat ditemukan dalam kitab Rawdah at-Thalibin karya Yahya bin Syaraf an-Nawawi. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa mata tidak termasuk bagian jauf dan tidak memiliki jalur langsung menuju tenggorokan. Artinya, sesuatu yang berada di mata—termasuk air mata—tidak otomatis membatalkan puasa.

Namun demikian, ada kondisi yang perlu diperhatikan. Jika air mata yang keluar bercampur dengan air liur lalu sengaja ditelan hingga masuk ke tenggorokan, maka hal itu bisa membatalkan puasa karena termasuk aktivitas memasukkan sesuatu ke dalam tubuh secara sadar.

Sejumlah ulama juga sepakat bahwa tangisan tidak membatalkan puasa selama tidak ada unsur kesengajaan menelan air mata. Hal ini juga pernah dijelaskan oleh pendakwah Husein Ja'far Al Hadar dalam salah satu kontennya.

“Tidak, nangis nggak membatalkan puasa. Yang membatalkan puasa itu masuknya makanan dan minuman ke dalam lubang di tubuh kita. Kalau ini kan bukan lubang dan malah keluar air mata,” ujarnya.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa anggapan menangis otomatis membatalkan puasa adalah keliru. Secara hukum, puasa tetap sah selama tidak ada air mata yang sengaja ditelan. Meski begitu, umat Islam tetap dianjurkan menjaga emosi dan menjalani ibadah puasa dengan penuh ketenangan serta memperbanyak amal ibadah.