Sambut Ramadan 1447 H dengan Doa dan Niat yang Lebih Baik

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 17 Feb 2026, 14:27 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Umat Muslim di seluruh dunia kini menantikan datangnya bulan suci Ramadhan, waktu istimewa yang setiap tahun menghadirkan suasana ibadah lebih tenang dan penuh harapan.

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan memperbaiki diri, menata ulang niat ibadah, serta memperbanyak amal yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026, banyak umat Islam mulai melakukan persiapan batin. Salah satu amalan yang umum dilakukan adalah membaca doa agar diberi kesempatan bertemu Ramadhan dalam keadaan sehat dan mampu beribadah secara maksimal.

Tradisi berdoa sebelum Ramadhan telah dilakukan sejak generasi awal Islam. Para ulama menuturkan bahwa kaum salaf memohon berbulan-bulan sebelumnya agar dipertemukan dengan bulan suci dan diberi kekuatan untuk mengisinya dengan amal terbaik.

Salah satu doa yang sering diamalkan berbunyi, Allâhumma sallimnî li Ramadhâna, wa sallim Ramadhâna lî, wa tasallamhu minnî mutaqabbalan, yang berarti memohon agar dipertemukan dengan Ramadhan dan diterima amal ibadah di dalamnya.

Selain itu, ketika hilal Ramadhan terlihat, umat Islam dianjurkan membaca doa, Allâhumma ahillahu ‘alainâ bil yumni wal îmân, was salâmati wal islâm, yang berisi harapan agar bulan suci datang membawa keberkahan, iman, dan keselamatan.

Doa lain yang juga populer dibaca saat Ramadhan adalah permohonan ampunan, Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî, sebuah doa singkat namun sarat makna agar Allah menghapus dosa dan kesalahan.

Sebagian umat Muslim juga memanjatkan doa, Allâhumma ballighnâ Ramadhâna wa a‘innâ ‘alâ shiyâmihi wa qiyâmihi, sebagai harapan agar diberi umur panjang serta kekuatan menjalankan puasa dan ibadah malam.

Sejak bulan Rajab dan Sya’ban, doa Allâhumma bârik lanâ fî Rajaba wa Sya’bâna wa ballighnâ Ramadhâna turut diamalkan sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci.

Selain doa, para ulama menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh atau i’dad, yaitu persiapan jiwa, raga, ilmu, dan harta untuk menyambut bulan penuh rahmat ini.

Taubat nasuha menjadi langkah awal yang dianjurkan agar hati bersih dari dosa. Ramadhan adalah bulan suci, sehingga sangat disayangkan jika dijalani dengan hati yang masih dipenuhi kesalahan masa lalu.

Umat Islam juga dianjurkan melunasi utang puasa tahun sebelumnya, mempelajari kembali fiqih puasa, serta menyiapkan sedekah untuk membantu sesama, termasuk menyediakan makanan berbuka bagi yang membutuhkan.

Ramadhan merupakan kesempatan berharga yang tidak datang dua kali dalam waktu yang sama. Persiapan melalui doa dan perbaikan diri diharapkan membuat ibadah lebih khusyuk dan bermakna.

Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga titik perubahan menuju pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan peduli terhadap sesama.

Semoga umat Muslim dipertemukan dengan Ramadhan 1447 H dalam keadaan sehat, iman yang bertambah, serta semangat ibadah yang terus menyala hingga akhir bulan suci.