JAKARTA, Cobisnis.com – Vine kembali menjadi perhatian setelah sebuah aplikasi baru mencoba menghidupkan format video pendek yang pernah populer.
Namun, kemunculan kembali Vine kali ini hadir dengan konsep yang berbeda. Aplikasi tersebut berusaha membawa kembali format dan semangat Vine ke era digital 2026.
Vine dikenal sebagai aplikasi video pendek dengan durasi sekitar enam detik. Platform tersebut menggunakan format video berulang yang kemudian menjadi ciri khasnya. Twitter menutup Vine pada 2017 setelah aplikasi tersebut kesulitan membangun model bisnis yang berkelanjutan.
Meski begitu, Vine meninggalkan pengaruh besar terhadap perkembangan video pendek di internet. Format tersebut kemudian menjadi bagian penting dari budaya media sosial.
Selain itu, Vine melahirkan berbagai tren dan referensi budaya yang masih dikenal hingga kini. Platform tersebut juga membantu mengawali karier sejumlah figur terkenal. Logan Paul dan Shawn Mendes termasuk nama yang pernah mendapat perhatian melalui Vine.
Di sisi lain, Vine memiliki karakter yang berbeda dari banyak platform video saat ini. Aplikasi tersebut menjadi ruang bagi kreativitas pengguna melalui video sederhana dan jenaka. Konten semacam itu kini semakin sulit ditemukan di tengah maraknya konten yang dibuat atau dimodifikasi menggunakan AI.
Karena itu, kehadiran aplikasi baru ini mencoba mengembalikan pengalaman tersebut. Pengembangnya ingin menghadirkan kembali format video pendek yang terasa lebih spontan dan berpusat pada kreativitas manusia.
Hampir satu dekade setelah Vine ditutup, nostalgia terhadap platform tersebut masih kuat. Namun, belum jelas apakah aplikasi baru ini mampu mengulang kesuksesan Vine.