AS Peringatkan Ancaman Iran terhadap Warganya di Timur Tengah

Oleh Hidayat Taufik pada 24 Oct 2026, 18:08 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa Iran semakin meningkatkan upaya untuk menargetkan warga Amerika di kawasan Timur Tengah dan sejumlah wilayah lainnya.

Peringatan ini disampaikan ketika hubungan Washington dan Teheran kembali diwarnai ketegangan, termasuk kemungkinan serangan militer baru dari pihak AS.

Informasi tersebut tertuang dalam memo yang dikirimkan kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada 23 Oktober 2026.

Direktur Intelijen Nasional AS Jay Clayton menyampaikan bahwa upaya Iran untuk menyasar personel Amerika yang bertugas di luar negeri mengalami peningkatan signifikan.

"Kami telah menerima informasi intelijen bahwa Iran telah meningkatkan upaya secara substansial untuk menargetkan personel AS," demikian bunyi memo tersebut, seperti diungkapkan seorang pejabat AS yang tidak disebut namanya kepada AFP.

Dokumen itu turut memperingatkan bahwa dugaan rencana Iran untuk melakukan serangan mematikan terhadap warga Amerika telah mencapai tahap lanjut. Potensi ancaman tersebut disebut mencakup kawasan Timur Tengah dan beberapa negara lainnya.

Menurut laporan Axios, memo yang dikategorikan rahasia itu belum mengungkapkan secara spesifik pihak yang menjadi sasaran, negara-negara di luar Timur Tengah yang berpotensi terdampak, maupun bentuk serangan yang sedang direncanakan.

Seorang pejabat AS menyebut informasi intelijen tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pengurangan jumlah personel di sejumlah perwakilan diplomatik Amerika. Negara yang disebut meliputi Uni Emirat Arab, Lebanon, Qatar, dan Yordania.

Sebelumnya, keluarga staf diplomatik dan pegawai non-esensial di Kedutaan Besar AS di Riyadh serta konsulat Amerika di Jeddah dan Dhahran, Arab Saudi, telah diperintahkan untuk meninggalkan lokasi. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan personel Amerika di kawasan tersebut.