Konflik Memanas, Iran Larang Kapal Militer AS Masuk Teluk Persia

Oleh Hidayat Taufik pada 24 Oct 2026, 15:40 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Iran menegaskan kapal-kapal militer Amerika Serikat (AS) tidak akan diizinkan memasuki kawasan Teluk Persia dalam kondisi apa pun. Pernyataan ini muncul ketika ancaman serangan baru dari AS dan Israel terhadap Teheran semakin meningkat.

Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan operasi militer baru terhadap Iran saat menghadiri kampanye pemilu sela Partai Republik di Florida pada Jumat (23/10/2026). Langkah tersebut disebut dapat ditempuh apabila Teheran tidak mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan konflik melalui jalur negosiasi.

Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, secara terpisah menyebut Washington berpotensi melancarkan serangan terbaru terhadap Iran paling cepat pada akhir pekan ini.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi, menegaskan larangan bagi kapal militer AS untuk memasuki Teluk Persia.

"Kami tidak akan mengizinkan kapal-kapal militer AS berada di Teluk Persia dalam situasi apa pun dan kapan pun," tegas Ali Abdollahi dalam pernyataan terbarunya yang disiarkan televisi pemerintah Iran, seperti dilaporkan AFP, dikutip Sabtu (24/10/2026).

Abdollahi juga menyindir ambisi Trump untuk mengerahkan pasukan militer AS ke kawasan tersebut.

"Presiden AS boleh saja bermimpi melihat Angkatan Bersenjatanya memasuki Teluk Persia. Namun, dia akan membawa mimpi itu liang kuburnya," ucapnya.

Sejak perang pecah pada akhir Februari 2026, militer Iran membatasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Jalur strategis ini menjadi salah satu akses utama distribusi energi global sekaligus pintu masuk menuju kawasan Teluk.

Sebagai respons, AS memberlakukan blokade maritim terhadap pelabuhan dan kapal-kapal Iran. Situasi tersebut menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama di tengah ancaman kemungkinan serangan militer baru.