Austria Jadikan Rumah Kelahiran Hitler Markas Polisi untuk Cegah Ziarah Neo Nazi

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 23 Jul 2026, 21:30 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Austria resmi mengubah rumah kelahiran Adolf Hitler di Braunau am Inn menjadi markas polisi. Bangunan yang selama puluhan tahun menjadi perdebatan tersebut kini difungsikan sebagai kantor polisi federal.

Rumah yang berada di dekat perbatasan Austria dan Jerman itu mulai digunakan sebagai kantor polisi pada Rabu, 22 Juli 2026. Pemerintah Austria berharap perubahan fungsi tersebut dapat menghilangkan daya tarik bangunan sebagai lokasi ziarah kelompok neo Nazi.

Sebelum menjadi kantor polisi, bangunan tersebut merupakan milik pihak swasta dan sempat digunakan sebagai pusat kegiatan organisasi amal bagi penyandang disabilitas. Pemerintah Austria kemudian mengambil alih properti itu melalui pembelian wajib pada 2017.

Pemerintah Austria sebelumnya mengumumkan rencana mengubah bangunan tersebut menjadi kantor polisi pada 2019. Keputusan itu diambil setelah muncul berbagai usulan mengenai pemanfaatan rumah yang menjadi tempat kelahiran Hitler pada 1889 tersebut.

Sebagian pihak sebelumnya mendorong agar bangunan dijadikan pusat edukasi sejarah tentang kejahatan rezim Nazi. Ada pula pihak yang menginginkan bangunan tetap digunakan untuk kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat.

Namun, pemerintah akhirnya memilih menjadikannya markas polisi dengan alasan untuk menghilangkan simbolisme yang melekat pada tempat tersebut. Tampilan bangunan kini terlihat sederhana dengan warna putih, sementara tulisan yang terpasang di bagian depan hanya menyebut kata Polisi.

Sebuah batu peringatan yang berada di trotoar depan bangunan tetap dipertahankan. Batu yang berasal dari bekas Kamp Konsentrasi Mauthausen itu memiliki pesan tentang perdamaian, kebebasan, demokrasi, dan penolakan terhadap fasisme.

Kepala Departemen Sejarah Kementerian Dalam Negeri Austria Stephan Mlczoch mengatakan perubahan fungsi tersebut bertujuan menghilangkan keterkaitan bangunan dengan Hitler. Pemerintah ingin menghapus aura mistis yang selama ini muncul akibat kultus terhadap Hitler yang dibangun rezim Nazi.

Menteri Dalam Negeri Austria Gerhard Karner menilai kantor polisi merupakan simbol yang bertolak belakang dengan sejarah kelam bangunan tersebut. Menurutnya, kepolisian Austria modern mewakili demokrasi, supremasi hukum, dan perlindungan masyarakat.

Keputusan tersebut masih mendapat kritik dari sejumlah pihak, termasuk Komite Mauthausen, organisasi penyintas Holocaust terbesar di Austria. Mereka menilai rumah tersebut seharusnya menjadi pusat pendidikan mengenai kejahatan rezim Nazi agar sejarah tidak dilupakan.

Sejarawan lokal Florian Kotanko juga menilai sejarah bangunan tersebut tidak akan pernah benar benar hilang. Menurutnya, Austria tetap harus menghadapi masa lalunya secara terbuka dan benar, bukan berusaha menghapus keterkaitan sejarah dari bangunan tersebut.