Bahaya Duduk Selama 45 Menit, Bisa Memperlambat Sirkulasi darah Hingga Kesehatan Jantung

Oleh Chodijah Febriani pada 15 Sep 2026, 11:26 WIB

Ilustrasi Sedang Bekerja - pexels/Produksi Mart

JAKARTA, Cobisnis.com - Dokter ahli jantung Ariel Soffer, baru-baru ini menyarankan orang-orang untuk tidak duduk lebih dari 45 menit.

"Jika saya bisa memberi kamu satu kiat untuk umur panjang, jangan duduk lebih dari 45 ment. Ini tidak baik untuk sirkulasi darah secara umum dan baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Bangun, bergerak setiap 45 menit, pastikan otot betis kamu bergerak," ungkap Dr. Soffer dilansir dari Indianexpress, Selasa (15/9/2026).

Jadi, apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh ketika kita ketika duduk berjam-jam?

Menurut Dr. Varsha Kiron, Direktur Kardiologi, AIG Hospitals, Banjara Hills, Hyderabad, mengatakan untuk jangan duduk terlalu lama tanpa jeda atau istirahat.

"Dari perspektif kardiologi dan sirkulasi, ini adalah pesan kesehatan masyarakat yang sangat masuk akal. Namun, saya tidak akan menafsirkan 45 menit sebagai batas waktunya setelah itu tubuh tiba-tiba menjadi tidak aman," jelas Dr. Kiron.

Dia menjelaskan bahwa penelitian secara konsisten menunjukkan manfaat dari memberi jeda sementara waktu duduk, tetapi studi telah meneliti interval yang berbeda, mulai dari 20 menit hingga satu jam.

"Pesan ilmiah yang lebih kuat sangat sederhana, jangan duduk dalam waktu lama tanpa jeda sama sekali."

"Berbagai penelitian telah menguji mereka yang istirahat untuk bergerak setiap 20, 30, 45, atau 60 menit. Yang muncul secara konsisten adalah bahwa gerakan kecil yang sering lebih baik daripada duduk terus menerus selama beberapa jam," tambah Dr. Kiron.

Menurutnya, bagi kebanyakan orang, rekomendasi 45 menit lebih berfungsi sebagai pengingat saja.

"Jika seseorang dapat bergerak setiap 30 menit, itu lebih baik. Tetapi jika keadaan menyulitkan, bangun setiap jam tetap jauh lebih baik daripada duduk selama tiga atau empat jam tanpa istirahat. Tubuh kita tidak membutuhkan kesempurnaan , tubuh kita membutuhkan jeda," sambungnya.

Lantas, apa yang terjadi pada tubuh Anda jika Anda duduk terlalu lama?

Dr. Kiron bilang, jika duduk terlalu lama tanpa istirahat, otot betis akan bertindak hampir seperti pompa kedua untuk sirkulasi darah.

"Setiap kali kita berjalan, menaiki tangga, atau bahkan mengontraksikan otot betis, otot-otot tersebut membantu mendorong darah vena dari kaki kembali ke jantung."

"Ketika otot-otot tersebut tetap tidak aktif dalam waktu yang lama, aliran darah melambat. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan cairan di tungkai bawah, yang menimbulkan gejala seperti rasa berat, bengkak, kaku, atau tegang di kaki," tambahnya.

Masalah serius juga menjadi masalah bagi orang-orang dengan faktor risiko tambahan. "Pada individu dengan obesitas, operasi baru-baru, kanker, kehamilan, riwayat pembekuan darah sebelumnya, gagal jantung, kebiasaan merokok, atau perjalanan yang berkepanjangan, imobilitas dapat meningkatkan risiko trombosis vena," ujar Dr. Kiron.

Dampak tersembunyi pada kesehatan jantung

Dr. Kiron mengatakan, pembuluh darah bukan sekadar pipa, pembuluh darah adalah organ aktif. "Pembuluh darah merespons aliran darah, tekanan, peradangan, dan sinyal metabolisme," tuturnya.

Ia menambhakan, ketika kurangnya aktivitas fisik menjadi kebiasaan sehari-hari, hal itu dapat berkontribusi pada berbagai faktor risiko kardiovaskular, termasuk penambahan berat badan, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tidak sehat, resistensi insulin, dan diabetes.

"Jalan-jalan pagi atau sesi olahraga di gym sangat baik, tetapi itu tidak sepenuhnya menghilangkan efek dari kurangnya aktivitas fisik sepanjang hari. Dalam kardiologi, kami semakin memperhatikan pola gerakan keseluruhan sepanjang hari, bukan hanya satu sesi olahraga," ucap dia.

Bagi pekerja kantoran, Dr. Kiron merekomendasikan untuk melakukan istirahat dan bergerak selama dua hingga lima menit setiap 45 hingga 60 menit. Ini bisa meliputi, berjalan menyusuri koridor, menaiki anak tangga, mengisi ulang botol air, menerima panggilan telepon sambil berdiri atau berjalan, dan melakukan gerakan duduk-berdiri berulang dari kursi.