Kesepian Bukan Selalu Soal Sendiri, Ini yang Terjadi pada Anak Muda

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 15 Sep 2026, 09:33 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Kesepian dan overthinking semakin banyak dirasakan anak muda di tengah derasnya informasi dan penggunaan media sosial. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan hubungan dengan orang lain, tetapi juga dengan hubungan seseorang terhadap dirinya sendiri.

Dr Muhammad Faisal membahas fenomena tersebut dalam podcast SUARA BERKELAS bertema “PSIKOLOG SOSIAL: Alasan Kita Semakin Mudah Merasa Kesepian dan Overthinking”. Dalam perbincangan itu, ia membahas perubahan cara anak muda berinteraksi, mencari validasi, hingga menghadapi dirinya sendiri.

Menurut Dr Muhammad Faisal, salah satu persoalan yang dihadapi anak muda saat ini semakin banyak terjadi di dalam diri. Mereka berhadapan dengan perasaan, pikiran, identitas, hingga kebutuhan mendapatkan validasi.

Ia juga menyoroti information overload yang membuat anak muda menerima terlalu banyak informasi setiap hari. Tidak semua informasi tersebut menghasilkan pengetahuan atau makna baru, sehingga yang tersisa justru dapat berupa kelelahan dan beban perasaan.

Media sosial turut mengubah cara seseorang melihat dirinya sendiri. Perbandingan yang sebelumnya lebih banyak terjadi dengan orang di lingkungan sekitar kini meluas secara global, sehingga seseorang lebih mudah merasa tertinggal dari orang lain.

Kondisi tersebut juga berkaitan dengan pencarian validasi. Menurut Dr Muhammad Faisal, anak muda kini dapat mencari validasi melalui jumlah like, komentar, dan pengikut di media sosial, padahal indikator tersebut tidak selalu menggambarkan kondisi emosional seseorang.

Di sisi lain, kesepian tidak selalu berarti seseorang tidak memiliki teman. Dr Muhammad Faisal menjelaskan bahwa seseorang tetap membutuhkan orang lain untuk bercerita, beraktivitas, tumbuh, dan mendapatkan umpan balik.

Ia menilai pertemanan yang sehat juga tidak harus berjumlah banyak. Dua atau tiga orang yang mampu mendengarkan dan merespons perasaan dengan baik dinilai lebih berarti dibandingkan memiliki banyak teman tetapi tidak memiliki hubungan yang berkualitas.

Menariknya, Dr Muhammad Faisal melihat kesepian juga dapat muncul ketika seseorang tidak nyaman dengan dirinya sendiri. Ia menilai kebiasaan terus terhubung dengan dunia eksternal melalui ponsel dan media sosial dapat membuat seseorang semakin jauh dari dirinya sendiri.

“Jadi, kesepian itu adalah ketika kita tuh tidak nyaman sebetulnya sama diri kita sendiri, Mas Bilal. Dan itu banyak terjadi sama anak-anak sekarang,” kata Dr Muhammad Faisal, dikutip dari kanal Youtube SUARA BERKELAS, Selasa (15/9/2026).

Karena itu, ia mendorong anak muda untuk membangun kenyamanan dengan dirinya sendiri. Menurutnya, seseorang perlu memiliki ruang untuk tidak selalu bergantung pada distraksi dan validasi dari luar.

Ia juga menyampaikan pentingnya kemampuan metakognisi, yaitu kemampuan untuk berpikir tentang cara berpikir sendiri. Di tengah arus informasi yang semakin besar, kemampuan tersebut dinilai penting agar seseorang dapat mengolah informasi secara lebih kritis dan bijak.