Bahlil sindir gaya hidup mampu tapi tetap bergantung pada BBM subsidi

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 21 Apr 2026, 12:01 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyoroti masih adanya masyarakat mampu yang membeli BBM subsidi. Ia menilai tindakan itu mengambil hak warga yang memang berhak menerima bantuan energi.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi beberapa hari terakhir dinilai bisa memicu perpindahan konsumsi. Kondisi ini dikhawatirkan membuat beban subsidi semakin besar.

Bahlil meminta masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk tetap menggunakan BBM sesuai kelasnya. Menurutnya, subsidi seharusnya diberikan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Ia menegaskan pejabat maupun kalangan berpenghasilan tinggi tidak pantas ikut menikmati BBM subsidi. Pernyataan itu disampaikan sebagai peringatan moral kepada publik.

Menurut Bahlil, penggunaan subsidi oleh kelompok mampu menciptakan ketidakadilan. Negara menyiapkan subsidi agar daya beli masyarakat kecil tetap terjaga.

Pemerintah saat ini juga memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi. Langkah itu dilakukan agar penyalurannya tidak melenceng dari sasaran.

Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah pembatasan pembelian harian. Untuk kendaraan tertentu, pembelian dibatasi hingga 50 liter per hari.

Jumlah tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan harian kendaraan pribadi. Pemerintah ingin menekan potensi penimbunan maupun pembelian berulang di SPBU.

Untuk kendaraan roda dua, aturan pembatasan belum diberlakukan. Namun pemerintah tetap meminta masyarakat tidak menyalahgunakan sistem yang ada.

Bahlil juga menyinggung praktik penggunaan jeriken untuk membeli BBM subsidi. Cara seperti itu dinilai bisa merugikan masyarakat lain yang membutuhkan.

Menurutnya, mencari keuntungan dari celah distribusi bukan tindakan yang tepat. Pemerintah ingin subsidi tetap menjadi instrumen perlindungan sosial.

Kenaikan harga energi global memang memberi tekanan pada pasar domestik. Namun pemerintah menilai penyaluran tepat sasaran jauh lebih penting.

Isu ini bukan hanya soal harga bahan bakar. Persoalan utamanya adalah menjaga rasa keadilan dalam penggunaan subsidi negara.

Pemerintah berharap kesadaran publik ikut mendukung kebijakan tersebut. Tanpa kedisiplinan bersama, subsidi bisa terus salah sasaran.

Langkah pengawasan diperkirakan akan terus diperketat. Pemerintah ingin memastikan BBM subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.