JAKARTA, Cobisnis.com - Pengendalian diri menjadi faktor kunci yang membedakan trader sukses dan yang tidak di pasar keuangan. Trader yang disiplin cenderung mampu membeli saat harga rendah dan menjual di harga tinggi, serta konsisten menjalankan strategi yang telah ditetapkan.
Sebaliknya, kurangnya kontrol emosi sering membuat trader mengambil keputusan impulsif, seperti membeli di harga tinggi dan menjual di harga rendah. Saat merugi, kondisi pasar kerap menjadi kambing hitam.
Pengendalian diri bukan berarti tanpa emosi, melainkan kemampuan untuk tetap bertindak rasional di tengah tekanan. Dalam pasar yang sarat dinamika, trader yang mampu menahan diri, berpikir jernih, dan patuh pada rencana memiliki peluang lebih besar untuk meraih hasil optimal.
Pengaturan Diri Adalah Sistem, Bukan Perasaan
Sebagian besar psikolog mendefinisikan pengaturan dirisebagai upaya menahan dorongan diri agar bisa mengejar tujuan masa depan yanglebih jauh daripada masa kini. Ini adalah definisi yang valid, tetapi tidakmempertimbangkan bahwa dorongan Anda bukanlah sesuatu yang jahat. Dulu,dorongan diri diprogram untuk bertahan hidup di dunia yang kini tidak lagiterancam punah. Pikiran Anda menganggap ketidakpastian sebagai sesuatu yangberbahaya, hal baru sebagai peluang, dan kerugian sebagai serangan pribadi. Pasarkeuangan menyediakan ketiga jenis penguatan ini dalam jumlah yang berlimpah.
Pengaturan diri adalah hal yang membantu Anda mengelolaselisih waktu antara respons dan rangsangan (merasa/ingin/bertindak). Perbedaanwaktu itulah yang memberi Anda keunggulan (ruang antara rangsangan dan respons)dalam proses pengambilan keputusan Anda.
Mengapa Pasar Cenderung Memicu Reaksi Impulsif
Pasar bisa menjadi jebakan untuk pembelian impulsifkarena desainnya yang menyerupai mesin slot, dengan berbagai tingkatan imbalandan penguatan yang berasal dari peluang memenangkan hadiah yang signifikan.Tick trading dapat menciptakan sensasi yang sama seperti saat Anda bermainmesin slot, karena setiap tick memicu pelepasan dopamin di otak.
Pola perilaku pembelian impulsif bisa diamati melaluihal berikut:
- “Mengejar trading” karena merasa “tertinggal” dari trading yang menguntungkan membuat mereka merasa “tersesat”.
- “Mencoba menutupi kerugian” dari trading yang merugi dengan membiarkan emosi menjadi faktor penentu dalam proses pengambilan keputusan trading.
- “Trading secara berlebihan” karena anggapan bahwa “melakukan sesuatu” membuat individu merasa memiliki kendali yang lebih besar di pasar.
- “Mengubah definisi kemenangan” karena rencana yang objektif hanya valid hingga pasar menunjukkan sebaliknya.
Pasar tidak “menghukum” kecerdasan, melainkan hanyamemberi imbalan kepada orang yang konsisten dalam bertindak. Dan satu catatanpenting lagi – pasar tidak peduli dengan “niat”, melainkan hanya menghargaipola perilaku yang berulang.
Harga Tersembunyi dari Keputusan yang Reaktif
Mengambil keputusan sebagai reaksi tampaknya masuk akaluntuk saat ini. Anda sedang menyesuaikan diri dan merespons pengaruh yang baru,sehingga Anda merasa “terhubung” dengan segala hal yang sedang terjadi. Namun,tanpa kerangka kerja untuk beradaptasi, Anda hanya mengandalkan improvisasisebagai cara mengatasi tekanan akibat perubahan ini, dan stres bukanlah kondisiyang tepat bagi seseorang untuk berpikir jernih.
Ada faktor dalam ilmu keuangan perilaku yang secarasistematis melemahkan disiplin kita saat kita membuat keputusan yang reaktif.
Aversi terhadap kerugian
Rasa sakit akibat kehilangan sesuatu melebihi rasasenang akibat memperoleh sesuatu yang nilainya setara, yang berarti kitacenderung mempertahankan investasi yang merugi dan melikuidasi investasi yangmenguntungkan lebih awal dari yang seharusnya.
Bias keterkinian
Apa yang baru saja terjadi sepertinya akan terusberlanjut.
Bias konfirmasi
Setelah Anda berkomitmen untuk berinvestasi, Anda bisamenemukan begitu banyak bukti yang mendukung keputusan Anda dan memandangkeputusan Anda seolah-olah sebagai klub penggemar.
Terlalu percaya diri
Setelah berhasil beberapa kali, kita cenderungmenganggap diri kita sebagai “pakar investasi.”
Meskipun membantu mengurangi bias ini, keberadaanpengendalian diri tidak menghilangkannya, sehingga bias tetap menimbulkankebiasaan yang merugikan bagi para investor.
Kesabaran Strategis vs. Menumpang Gratis
Ketika orang berpikir tentang bersabar, mereka biasanyamembayangkan tidak adanya tindakan. Namun, bersabar dengan disiplin berartisecara aktif bersiap, mematuhi aturan, menganggarkan risiko, dan menungguhingga kondisi memenuhi kriteria Anda sebelum mencoba meminta pasar untukmemvalidasi perasaan Anda.
Dalam dunia trading, bersabar biasanya berarti memberiwaktu yang cukup bagi pengembalian majemuk untuk berkembang (dan biasanyaberkembang dengan cara yang sangat membosankan). Bersabar juga berarti menungguhingga Anda memiliki konfigurasi, likuiditas, atau profil risiko/imbalan yangbenar untuk mendukung trading Anda. Dan yang terakhir, ini tentang tidak perlumembayar “pajak impuls” – biaya tambahan yang timbul akibat melakukan tradingyang impulsif dengan masuk terlalu dini, keluar terlalu lambat, atau mengubahrencana trading di tengah proses trading.
Ini alasan mengapa pasar menghargai pengendalian diri:berkat konsistensi rencana yang dimiliki, seseorang memberikan peluang maksimalbagi probabilitas untuk berkembang. Probabilitas adalah hal terbaik yangditawarkan pasar sebagai bentuk keadilan.
Menjadi Trader yang Mampu Mengendalikan Diridengan Tip Ini
Trader yang mengatur diri sendiri:
- membuat pilihan yang lebih baik saat mengeksekusidaripada saat memprediksi hasilnya. Saat mengambil keputusan;
- membuat proses pengambilan keputusan yang terstruktur,bukan sekadar reaksi yang emosional;
- menetapkan aturan atau ketentuan untuk menentukan waktuyang tepat dalam mengeksekusi keputusan mereka sebelum merisikokan modal.Mereka mengidentifikasi kondisi apa saja yang menjadi syarat untuk masuktrading; dalam kondisi apa mereka akan menganggap entri tidak valid; dan apasaja yang dimaksud dengan “selesai”;
- memisahkan proses analisis keputusan dan eksekusimereka. Analisis keputusan terjadi pada saat yang tenang, sedangkan eksekusihanya terjadi ketika persyaratan masuk atau eksekusi telah terpenuhi. Jika Andasedang dalam proses mengeksekusi trading dan masih mencoba menganalisisnya, itusama saja dengan mencoba merenovasi rumah saat gempa bumi sedang melanda disekitar Anda;
- ukuran posisi akan membantu memastikan Anda tetapmengendalikan posisi Anda. Anda sebaiknya menyesuaikan ukuran posisi Anda agartidak panik, namun tetap memiliki dampak yang signifikan. Tujuan Andaseharusnya adalah mengurangi respons emosional yang terkait dengan fluktuasipasar yang normal;
- buat daftar periksa saat mengeksekusi trading atauberinvestasi. Semua akibat stres yang berkaitan dengan emosi yang timbul saatmengeksekusi trading bisa membuat siapa pun melupakan hal yang seharusnya.Semua orang menceritakan kepada diri mereka sendiri apa yang mereka ingatdengan cara yang berbeda dari cara mereka mengingatnya.
Tidak masalah apakah Anda trading dengan broker sepertiJustMarkets, Octa, atau XM, atau mengelolanyasendiri. Cukup ikuti tip ini, tambahkan saran Anda sendiri, dan usahakan untukmengurangi jumlah keputusan yang diambil secara impulsif.
Pengendalian Diri Anda Akan Dihargai oleh Pasar
Meskipun pengendalian diri tidak menjamin bahwa setiapkeputusan akan berhasil. Ada kalanya seseorang telah disiplin dan berhasil.Namun, pasar terkadang bisa memberikan kompensasi yang cukup besar bagi merekayang mengambil keputusan secara gegabah atau ceroboh.
Imbalannya bersifat sementara dan sering kali munculdengan cara yang sangat mencolok dan pada umumnya akan berbalik merugikan Anda.Saat mempertimbangkan beberapa keputusan yang berbeda, pengendalian diri bisamenjadi satu keunggulan yang sangat kuat karena mengurangi jumlah kesalahanyang tidak perlu, menjaga risiko tetap terkendali, dan memastikan bahwastrategi Anda—bukan emosi—yang menjadi pendorong utama hasil yang Anda peroleh.
Peringatan Risiko: Trading instrumen keuangan melibatkan risiko yangsignifikan dan mungkin tidak cocok untuk semua investor. Kondisi pasar bisaberubah dengan cepat dan kerugian bisa melebihi jumlah deposit. Pastikan Andamemahami risiko yang ada dan trading dengan penuh tanggung jawab.