JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan India ingin memperluas kerja sama energi dengan Indonesia. Permintaan itu disampaikan usai pertemuan Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
Menurut Bahlil, terdapat dua fokus utama yang menjadi perhatian pemerintah India. Keduanya adalah investasi di sektor minyak dan gas serta penambahan impor batu bara dari Indonesia.
Bahlil mengatakan hubungan kerja sama energi kedua negara selama ini sudah berjalan dengan baik. Pemerintah berkomitmen memperkuat berbagai kesepakatan yang telah dibangun.
Salah satu bentuk kerja sama yang akan diperluas adalah investasi di sektor oil and gas. India disebut ingin melanjutkan dan memperbesar keterlibatan perusahaan mereka di sektor tersebut.
Selain migas, India juga mengajukan permintaan agar pasokan batu bara dari Indonesia ditingkatkan. Mengingat India merupakan salah satu pasar ekspor batu bara terbesar bagi Indonesia, permintaan tersebut mendapat perhatian pemerintah.
Bahlil menegaskan Indonesia akan memberikan prioritas kepada India selama kebutuhan impor masih ada. Menurutnya, hubungan kedua negara sudah terjalin sejak lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka.
Ia menilai hubungan historis dan budaya antara Indonesia dengan India menjadi dasar penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi. Karena itu, pemerintah akan menjaga kemitraan strategis tersebut.
Untuk sektor migas, Bahlil mengatakan kerja sama akan dilakukan melalui perusahaan milik negara India. Nantinya, BUMN tersebut akan bermitra dengan Pertamina dalam pengembangan proyek energi.
Meski belum merinci nama perusahaan yang terlibat, Bahlil memastikan proses penjajakan kerja sama terus berjalan. Pemerintah berharap kolaborasi ini dapat memperkuat investasi dan ketahanan energi nasional.
Kerja sama energi antara Indonesia dan India diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan energi kedua negara. Sektor migas dan batu bara menjadi dua bidang yang diproyeksikan menjadi motor utama kolaborasi tersebut.