Baku Tembak di Depan Gedung Putih Saat Trump Ada di Dalam, Ini Fakta Lengkapnya

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 25 May 2026, 05:47 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Insiden penembakan terjadi di dekat Gedung Putih pada Sabtu malam, 23 Mei 2026 waktu setempat. Seorang pria bersenjata dilaporkan mendekati pos pemeriksaan di kawasan 17th Street dan Pennsylvania Avenue sebelum melepaskan tembakan ke arah petugas Secret Service.

Petugas Secret Service langsung membalas tembakan dan berhasil melumpuhkan pelaku. Pria tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia. Tidak ada anggota Secret Service yang terluka dalam kejadian itu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berada di dalam Gedung Putih saat insiden berlangsung dan dilaporkan dalam kondisi aman. Saat kejadian, Trump disebut sedang melakukan pertemuan terkait pembahasan perjanjian damai dengan Iran.

Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump memuji respons cepat Secret Service dan aparat keamanan. Ia juga menyebut pelaku diduga memiliki riwayat kekerasan dan obsesi terhadap Gedung Putih.

Menurut sumber penegak hukum yang dikutip Reuters, pelaku sebelumnya telah diketahui mengalami gangguan emosional dan pernah menerima larangan mendekati area tertentu. Meski begitu, pelaku tetap datang ke kawasan dengan pengamanan paling ketat di Amerika Serikat tersebut.

Kepala komunikasi Secret Service Anthony Guglielmi menjelaskan pelaku datang sambil membawa tas sebelum tiba-tiba mengeluarkan senjata dan menembak ke arah petugas. Aparat juga mengonfirmasi satu warga sipil ikut terkena tembakan, namun asal pelurunya masih dalam penyelidikan.

Hingga kini identitas pelaku belum diumumkan ke publik. Insiden tersebut kembali memicu perhatian terhadap sistem keamanan di sekitar Gedung Putih dan kemungkinan evaluasi ulang terhadap protokol pengamanan presiden Amerika Serikat.