Setelah Lebih dari Satu Dekade Berkuasa, Burj Khalifa Siap Digeser Gedung Baru Arab Saudi

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 25 May 2026, 07:27 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Burj Khalifa yang selama ini dikenal sebagai gedung tertinggi di dunia mulai menghadapi persaingan baru dari Arab Saudi. Dua proyek raksasa sedang disiapkan untuk melampaui ketinggian gedung ikonik di Dubai tersebut.

Proyek pertama adalah Jeddah Tower di Kota Jeddah. Gedung ini dirancang memiliki tinggi lebih dari satu kilometer dan diproyeksikan menjadi bangunan tertinggi baru di dunia ketika selesai dibangun.

Pembangunan Jeddah Tower sempat tertunda selama beberapa tahun. Namun pada 2025, proyek kembali dilanjutkan secara penuh setelah diumumkan oleh Alwaleed bin Talal melalui Kingdom Holding Company.

Hingga Maret 2026, konstruksi Jeddah Tower dilaporkan sudah melewati lantai ke-91 dengan tinggi sekitar 370 meter. Proses pembangunannya melibatkan ribuan pekerja dan terus berjalan dengan target penyelesaian pada 2028.

Saat rampung nanti, gedung tersebut akan berisi hotel mewah, apartemen, area bisnis, hingga dek observasi yang menghadap ke Laut Merah. Menariknya, desain Jeddah Tower dibuat oleh Adrian Smith, arsitek yang juga merancang Burj Khalifa.

Selain Jeddah Tower, Arab Saudi juga menyiapkan proyek lain bernama Rise Tower di Riyadh. Gedung ini bahkan dirancang mencapai tinggi sekitar 2 kilometer dengan ratusan lantai, meski saat ini masih berada di tahap desain.

Lewat proyek-proyek tersebut, Arab Saudi menunjukkan ambisinya menjadi pusat arsitektur modern dunia. Jika semua berjalan sesuai rencana, posisi Burj Khalifa sebagai gedung tertinggi dunia kemungkinan besar akan tergeser dalam beberapa tahun mendatang.