JAKARTA, Cobisnis.com – Banjir besar yang melanda wilayah Guangxi di selatan China telah menewaskan sedikitnya 39 orang dan menyebabkan sembilan lainnya masih dinyatakan hilang. Bencana tersebut dipicu hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari hingga menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir.
Pemerintah Kota Nanning menyebut sebagian besar korban berasal dari Kota Hengzhou yang terdampak paling parah. Wakil Wali Kota Nanning Ding Wei mengatakan sebanyak 39 orang meninggal dunia, sementara proses pencarian terhadap korban hilang masih terus dilakukan.
“Hingga saat ini, 39 orang di Kota Nanning meninggal karena banjir. Akibatnya sembilan orang lainnya juga hilang,” kata Ding Wei. Ia menambahkan bahwa jebolnya bendungan Waduk Liulan menjadi salah satu penyebab utama besarnya dampak banjir tersebut.
Insiden jebolnya bendungan dilaporkan menewaskan sedikitnya 26 orang di Kota Hengzhou. Luapan air yang sangat deras juga merendam permukiman, merusak infrastruktur, serta memutus akses jalan di sejumlah daerah terdampak.
Tim penyelamat dikerahkan secara besar-besaran untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak banjir. Lebih dari 5.700 perahu dan berbagai peralatan penyelamatan digunakan dalam operasi yang juga melibatkan personel militer dan pemerintah setempat.
Selain mengevakuasi warga, petugas juga mendistribusikan air bersih, makanan, dan bantuan darurat kepada para pengungsi. Sekitar 130.000 penduduk dilaporkan telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman sejak banjir melanda wilayah tersebut.
Meski ketinggian air mulai berangsur surut di beberapa kawasan, otoritas memperingatkan potensi hujan lebat masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah setempat juga terus melakukan pembersihan lumpur, perbaikan jalan, dan pemulihan jaringan listrik yang sempat terputus.
Sementara itu, China juga bersiap menghadapi ancaman cuaca ekstrem berikutnya seiring mendekatnya Topan Bavi ke pesisir timur negara tersebut. Kondisi itu dikhawatirkan dapat memperburuk situasi di wilayah yang masih berupaya pulih dari bencana banjir besar.