JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri kembali menegaskan perannya sebagai badan usaha milik negara (BUMN) sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendukung penanganan dan pemulihan bencana di wilayah Sumatera. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif Bank Mandiri dalam program BUMN Peduli untuk pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Pembangunan Huntara ini menjadi bentuk nyata kolaborasi BUMN yang dikoordinasikan oleh Danantara Indonesia bersama Badan Pengelola BUMN. Program ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana dengan menyediakan hunian sementara yang layak, aman, bermartabat, serta memenuhi standar kelayakan huni sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat.
Peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Huntara turut dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta jajaran pimpinan BUMN yang terlibat, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BUMN Karya, PLN, Telkomsel, dan PT Perkebunan Nusantara.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kerja cepat dan kolaboratif untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita mampu membangun 600 hunian. Seluruh pihak bekerja dengan sangat baik dan cepat,” ujar Presiden Prabowo di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menjelaskan bahwa progres pembangunan Huntara hingga awal tahun 2026 merupakan hasil sinergi kuat lintas pihak, khususnya peran aktif BUMN di lapangan. Ia menuturkan bahwa target pembangunan telah ditetapkan sejak awal dan terus dikejar secara konsisten.
“Capaian hingga 1 Januari 2026 mencerminkan komitmen bersama. BUMN bergerak cepat di lapangan, meski menghadapi berbagai tantangan, demi memastikan masyarakat segera menempati hunian yang layak,” jelas Rosan.
Sementara itu, COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menekankan tingginya intensitas kerja dan kedisiplinan eksekusi dalam proyek tersebut. Menurutnya, pembangunan Huntara dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas sehingga membutuhkan percepatan di berbagai aspek, mulai dari konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan kualitas secara bersamaan.
Di sisi lain, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi menyampaikan bahwa keterlibatan Bank Mandiri dalam pembangunan Huntara di Aceh Tamiang merupakan bagian dari sinergi nasional BUMN dalam memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat terdampak bencana.
“Di bawah koordinasi Danantara Indonesia, sinergi lintas BUMN termasuk Bank Mandiri saat ini mengakselerasi pembangunan total 600 unit Huntara secara nasional. Kami meyakini kolaborasi ini menjadi kunci pemulihan yang lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Ari.
Selain pembangunan tahap awal tersebut, Danantara Indonesia bersama BUMN terkait menargetkan penyelesaian hingga 15.000 unit Huntara dalam tiga bulan ke depan agar kebutuhan hunian sementara bagi keluarga terdampak dapat segera terpenuhi.
Ari menambahkan, peran Bank Mandiri tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik hunian, tetapi juga mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
“Sebagai agen pembangunan, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus menghadirkan dukungan sosial dan ekonomi, termasuk pendampingan usaha serta perluasan akses layanan keuangan yang inklusif,” tambahnya.
Proyek pembangunan Huntara di Aceh Tamiang sendiri merupakan hasil kolaborasi sejumlah BUMN yang dikoordinasikan oleh PT Hutama Karya di bawah naungan Danantara Indonesia. Setiap unit Huntara dirancang dengan konsep modular untuk menjamin kecepatan pembangunan dan kualitas hunian, serta dilengkapi fasilitas pendukung.
Fasilitas tersebut mencakup dua kasur di setiap unit, lemari, kipas angin, akses listrik dan Wi-Fi gratis, MCK komunal terpisah untuk menjaga sanitasi, serta fasilitas umum seperti klinik kesehatan dan taman bermain anak guna mendukung pemulihan sosial masyarakat.
Berangkatkan 20 Relawan Mandiri Tahap Kedua
Sejalan dengan upaya tersebut, Bank Mandiri juga kembali memberangkatkan 20 Relawan Mandiri Tanggap Bencana tahap kedua untuk melanjutkan pendampingan masyarakat terdampak di Kabupaten Gayo Lues dan sejumlah wilayah lain di Aceh. Para relawan berasal dari berbagai unit kerja, termasuk Mandiri Emergency Response Unit (Team MERU) Mandiri Club, yang menggantikan relawan tahap sebelumnya.
Dalam pelaksanaan tugasnya, para relawan membantu distribusi bantuan logistik, perlengkapan sekolah, serta mendukung operasional posko tanggap bencana. Kegiatan pendampingan meliputi pengelolaan dapur umum, layanan kesehatan dasar, kegiatan belajar sementara bagi anak-anak, hingga pendampingan psikososial bagi warga terdampak.
“Seluruh rangkaian upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat melewati masa pemulihan dengan lebih tertata serta mengembalikan rasa aman dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Ari.