JAKARTA, Cobisnis.com – Bareskrim Polri mengungkap aktivitas produksi ilegal gas N2O bermerek Whip Pink di sejumlah titik di Jakarta.
Pengungkapan dilakukan di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat, dan Pulogadung, Jakarta Timur. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan banyak tabung gas yang siap dipasarkan.
Kasus ini terungkap seiring meningkatnya penyalahgunaan gas N2O di masyarakat. Oleh karena itu, tim Dittipidnarkoba melakukan penyelidikan melalui teknik undercover buy.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi lokasi distribusi di kawasan Kemayoran. Tim kemudian bergerak menuju titik yang diduga menjadi lokasi pengambilan barang.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan sebuah ruko yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan. Polisi langsung melakukan penggerebekan dan mengamankan seorang pria berinisial Su.
Di lokasi tersebut, petugas juga menemukan berbagai tabung gas N2O merek Whip Pink dengan ukuran beragam.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengembangkan penyelidikan ke lokasi lain. Tim kemudian melakukan penggerebekan di kawasan Gunung Sahari.
Di tempat tersebut, polisi mengamankan empat orang pekerja yang diduga terlibat dalam proses produksi gas ilegal.
Selain itu, petugas menyita sejumlah peralatan, termasuk mesin pengisian gas dari tabung besar ke tabung kecil dengan berbagai ukuran.
Pengembangan kasus berlanjut ke wilayah Pulogadung. Di lokasi ini, polisi mengamankan seorang perempuan berinisial E.
Perempuan tersebut diketahui bertugas sebagai admin sekaligus mengelola penjualan produk Whip Pink.
Berdasarkan hasil penyelidikan, jaringan ini memiliki jangkauan distribusi yang luas. Produk mereka dipasarkan ke berbagai kota besar di Indonesia.
Selain itu, nilai perputaran uang dalam bisnis ini tergolong tinggi. Dalam satu bulan, omzetnya mencapai miliaran rupiah.
Bahkan, pada Desember lalu, omzet penjualan tercatat menembus lebih dari Rp7 miliar.
Saat ini, seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan. Polisi juga terus mendalami pihak yang diduga menjadi pengendali utama produksi ilegal tersebut.