BGN Siapkan Kantin Sekolah sebagai Pendukung Program MBG 2026

Oleh Hidayat Taufik pada 07 Jun 2026, 11:00 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Gizi Nasional (BGN) akan melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini bertujuan meningkatkan efektivitas layanan sekaligus memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia.

Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pihaknya sedang membenahi tata kelola program MBG. Selain itu, BGN juga memperkuat strategi agar program berjalan lebih tepat sasaran.

Menurut Nanik, BGN fokus memastikan setiap anggaran memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Karena itu, lembaga tersebut meninjau kembali sejumlah kebijakan operasional.

BGN juga menyesuaikan sasaran penerima manfaat. Sementara itu, fasilitas yang sudah beroperasi akan dimaksimalkan untuk mendukung program.

Selain itu, BGN menghentikan sementara pembangunan dapur baru. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.

Di sisi lain, BGN memperkuat pembinaan dan standardisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tujuannya menjaga kualitas layanan dan keamanan pangan.

BGN ingin seluruh dapur penyedia makanan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Selain itu, lembaga tersebut juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam program.

Nanik menilai distribusi layanan MBG masih belum merata. Saat ini, banyak dapur masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan dan kawasan aglomerasi.

Sementara itu, sejumlah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T masih membutuhkan penguatan layanan gizi. Karena itu, BGN menyiapkan pendekatan yang lebih adaptif.

BGN kini menyusun berbagai skema pelaksanaan MBG untuk wilayah 3T. Namun, pendekatan tersebut tidak hanya mengandalkan pembangunan fasilitas baru.

Sebaliknya, BGN akan memanfaatkan sarana yang sudah tersedia. Salah satunya melalui pelibatan kantin sekolah dalam penyediaan layanan program.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN. Ia menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya memimpin lembaga tersebut.

Meski begitu, pemerintah memastikan evaluasi program tetap berjalan. Selain itu, layanan kepada masyarakat akan terus berlangsung tanpa gangguan.