JAKARTA, Cobisnis.com – Sentimen gugup menyelimuti pasar keuangan global pada Selasa, ketika bursa saham melemah dan harga bitcoin jatuh ke level terendah sejak November 2024. Kekhawatiran investor dipicu oleh kombinasi tekanan dari perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta meningkatnya tensi geopolitik.
Indeks Dow Jones ditutup melemah 167 poin atau 0,34%, setelah sempat anjlok hingga 575 poin di awal perdagangan. Indeks acuan S&P 500 turun 0,84%, sementara Nasdaq yang didominasi saham teknologi merosot 1,43%. S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan kinerja harian terburuk dalam dua pekan terakhir, dengan saham teknologi dan perangkat lunak memimpin pelemahan.
Di tengah meningkatnya sikap menghindari risiko, bitcoin sempat anjlok hampir 7% dan turun ke bawah US$73.000, level terendah sejak kemenangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pemilu presiden. Setelah itu, aset kripto terbesar dunia tersebut sedikit pulih dan diperdagangkan di kisaran US$76.800.
Secara keseluruhan, bitcoin telah turun sekitar 40% sejak mencetak rekor tertinggi di atas US$126.000 pada Oktober lalu. Meski pemerintahan Trump menggaungkan kebijakan pro-kripto dan berjanji menjadikan AS sebagai “ibu kota kripto dunia”, harga bitcoin justru bergerak volatil dan kesulitan kembali menguat di tengah gelombang aksi jual.
Berbanding terbalik dengan bitcoin dan saham, harga emas dan perak melonjak tajam. Kontrak berjangka emas naik 6,7% ke level US$4.965 per troy ounce, sementara perak melesat 10% ke sekitar US$85 per troy ounce. Data FactSet menunjukkan bahwa emas kini mengungguli kinerja bitcoin dalam lima tahun terakhir, menegaskan posisinya sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian.
Kepala wawasan pasar global Hashdex, Gerry O’Shea, menilai perbedaan arah pergerakan emas dan bitcoin mencerminkan preferensi investor yang masih menganggap emas sebagai penyimpan nilai utama, terutama saat terjadi gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi makro.
Tekanan AI Menekan Saham Teknologi
Pelemahan saham AS juga dipicu oleh kecemasan terhadap dampak AI pada model bisnis perusahaan teknologi. Startup AI Anthropic meluncurkan kemampuan baru chatbot Claude yang dapat membantu pekerjaan hukum, memicu kekhawatiran akan gangguan pada perusahaan perangkat lunak penyedia layanan legal. Saham Salesforce anjlok 6,85%, sementara raksasa teknologi seperti Microsoft, Amazon, dan Nvidia turut melemah.
Investor semakin mencermati apakah belanja besar-besaran untuk AI akan sepadan dengan keuntungan di masa depan, terutama di tengah musim laporan keuangan perusahaan.
Geopolitik Tambah Volatilitas
Ketegangan geopolitik ikut memperburuk kondisi pasar setelah laporan bahwa Amerika Serikat menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk AS. Indeks volatilitas VIX melonjak hingga 10%, sementara indeks Fear and Greed CNN turun ke zona “fear”.
Harga minyak pun menguat seiring eskalasi ketegangan AS-Iran. Minyak Brent naik 1,6% ke US$67,33 per barel, dan West Texas Intermediate menguat 1,7% ke US$63,21 per barel.