JAKARTA, Cobisnis.com – Kopi Kenangan mengungkapkan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan kinerja bisnis yang terus bertumbuh.
CEO sekaligus Co-founder Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, menyampaikan perusahaan tengah mematangkan berbagai persiapan internal sebelum resmi melantai di pasar modal.
Sepanjang tahun buku 2025, Kopi Kenangan Group mencatat pertumbuhan pendapatan bersih sekitar 45% secara tahunan menjadi US$184 juta atau setara Rp3,09 triliun. Kinerja ini menjadi salah satu fondasi utama rencana go public.
Tak hanya mencatat pertumbuhan pendapatan, Kopi Kenangan juga membukukan laba bersih tahunan pertamanya sebesar US$17 juta, dengan EBITDA mencapai US$37 juta.
Edward menilai momentum saat ini tepat untuk membangun perusahaan yang siap menjadi emiten terbuka. Menurutnya, berbagai siklus bisnis selama enam tahun terakhir telah membentuk ketahanan perusahaan.
Manajemen kini fokus memperkuat tata kelola perusahaan dan transparansi sebagai prasyarat utama memasuki pasar modal. Langkah ini dilakukan jauh sebelum IPO benar-benar terlaksana.
Selama delapan tahun buku terakhir, Kopi Kenangan secara konsisten memperoleh opini audit wajar tanpa pengecualian dari auditor eksternal Big Four. Hal ini disebut sebagai bentuk disiplin pelaporan keuangan jangka panjang.
Selain itu, perusahaan mempercepat siklus pelaporan keuangan, memperkuat pengendalian internal, serta meningkatkan pemanfaatan teknologi dan analitik data dalam pengambilan keputusan.
Dari sisi operasional, hingga akhir 2025 Kopi Kenangan mengoperasikan 1.324 gerai di enam negara. Perusahaan juga berhasil membuka 347 gerai baru bersih sepanjang tahun dengan same store sales growth sebesar 15%.
Kinerja regional turut menunjukkan hasil positif. Di Indonesia, pendapatan bersih tumbuh sekitar 40% secara tahunan, sementara di Malaysia pendapatan hampir dua kali lipat dan mulai mencatat EBITDA positif.
Ekspansi global juga terus dilakukan, termasuk ke India dan Australia, yang menegaskan ambisi Kopi Kenangan sebagai merek asal Indonesia dengan daya saing internasional.
Melalui ekosistem digital, Kopi Kenangan menambah 4,47 juta pelanggan baru sepanjang 2025, sekaligus menjaga profitabilitas di tengah ekspansi agresif.
Untuk tahun 2026, manajemen menargetkan pembukaan sekitar 550 gerai baru secara global, sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang dan persiapan menuju perusahaan terbuka.