JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak mengalami kenaikan meski situasi geopolitik global masih bergejolak. Pemerintah menegaskan pasokan energi nasional tetap aman dan harga BBM subsidi akan dipertahankan demi menjaga daya beli masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho saat menghadiri Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Nelayan Pengguna BBM Tertentu dan BBM Khusus Penugasan 2026 di Pangkalpinang. Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto menjamin ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat, terutama para nelayan.
“Hingga saat ini BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar tidak naik harganya,” ujar Fathul Nugroho. Ia menyebut harga Pertalite tetap berada di kisaran Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar dipatok Rp6.800 per liter.
Menurut Fathul, BPH Migas memiliki tanggung jawab memastikan stok, pengadaan, dan distribusi BBM nasional berjalan lancar. Lembaga tersebut juga terus mengawasi penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran di seluruh wilayah Indonesia.
Ia menjelaskan harga minyak dunia sepanjang Januari hingga Juni 2026 rata-rata telah mencapai sekitar 80 dolar AS per barel. Angka tersebut lebih tinggi dibanding asumsi dalam APBN sebesar 70 dolar AS per barel sehingga selisihnya ditanggung pemerintah melalui kebijakan fiskal.
“Ini adalah salah satu upaya dan pengabdian pemerintah, di tengah gejolak politik dan geopolitik dunia,” kata Fathul. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi bagi masyarakat.
Selain memastikan harga tetap stabil, BPH Migas juga terus mengevaluasi kebutuhan kuota BBM subsidi di setiap daerah. Evaluasi dilakukan secara berkala agar distribusi BBM dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan sektor produktif, termasuk nelayan serta petani.
Pemerintah berharap kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. BPH Migas menegaskan akan terus mengawal pasokan dan distribusi energi agar tetap aman, merata, dan tepat sasaran di seluruh Indonesia.