Brasil Kecam Rencana Trump Kenakan Tarif Transit di Selat Hormuz

Oleh Desti Dwi Natasya pada 15 Jul 2026, 06:35 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Brasil mengecam keras wacana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berencana mengenakan tarif bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Brasil menilai usulan tersebut berpotensi mengganggu perdagangan internasional dan menciptakan ketidakpastian baru di jalur pelayaran strategis dunia.

Kementerian Luar Negeri Brasil menyatakan kebebasan navigasi di perairan internasional harus tetap dihormati. Menurut pemerintah Brasil, kebijakan sepihak yang membebani lalu lintas kapal bertentangan dengan prinsip perdagangan global yang terbuka.

Dalam pernyataannya, Brasil menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi distribusi energi dunia. Setiap kebijakan yang memengaruhi akses ke kawasan tersebut dinilai dapat berdampak terhadap stabilitas ekonomi internasional.

Pemerintah Brasil juga mengingatkan bahwa aturan mengenai pelayaran internasional telah diatur dalam berbagai kesepakatan hukum internasional. Karena itu, penerapan tarif transit secara sepihak dinilai berpotensi memicu sengketa antarnegara.

“Langkah yang membatasi kebebasan navigasi dapat mengganggu arus perdagangan global,” demikian pernyataan pemerintah Brasil. Negara itu menyerukan agar setiap persoalan diselesaikan melalui dialog dan kerja sama multilateral.

Usulan Trump sebelumnya menuai perhatian karena disebut bertujuan meningkatkan penerimaan Amerika Serikat dari kapal asing yang melewati jalur strategis tersebut. Namun, sejumlah pihak menilai gagasan itu sulit diterapkan mengingat Selat Hormuz berada di luar yurisdiksi AS.

Selat Hormuz menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia dengan sekitar seperlima pasokan minyak global melintas setiap hari. Gangguan terhadap aktivitas di kawasan itu berpotensi memengaruhi harga energi dan rantai pasok internasional.

Brasil berharap seluruh negara tetap mematuhi hukum internasional serta menjaga stabilitas kawasan. Pemerintah juga menekankan pentingnya memastikan perdagangan global tetap berjalan aman, bebas, dan tanpa hambatan politik.