Bripka Seladi, Polisi Teladan di Malang yang Pilih Jadi Pemulung Demi Jaga Integritas

Oleh Desti Dwi Natasya pada 25 Feb 2026, 09:29 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kisah inspiratif datang dari seorang anggota kepolisian di Kota Malang, Bripka Seladi, yang dikenal luas karena keteguhannya menolak suap. Selama sekitar 16 tahun bertugas di pelayanan SIM Polres Malang Kota, ia konsisten menjaga integritas meski harus menghadapi berbagai godaan.

Di tengah tugasnya sebagai aparat penegak hukum, Seladi memilih jalan hidup sederhana. Sejak tahun 2000, jauh sebelum kisahnya ramai diperbincangkan publik, ia sudah menjalani pekerjaan sampingan sebagai pemulung. Kardus dan botol plastik bekas dikumpulkannya seusai dinas untuk menambah penghasilan keluarga, termasuk membiayai pendidikan anak-anaknya.

Keputusan tersebut sempat membuatnya menjadi bahan ejekan. Tak sedikit yang meremehkan atau mempertanyakan pilihannya. Namun bagi Seladi, pekerjaan itu jauh lebih terhormat dibanding menerima uang “salam tempel” atau imbalan tak resmi dari masyarakat.

Ia bahkan dikenal menolak bentuk pemberian sekecil apa pun. Pernah suatu ketika, ia menolak ajakan ngopi dari pemohon SIM yang ingin berterima kasih atas pelayanannya. Baginya, menjaga kejujuran lebih penting daripada menerima keuntungan pribadi, sekecil apa pun nilainya.

Prinsip hidupnya sederhana: lebih baik bekerja keras sebagai pemulung daripada mencederai amanah sebagai anggota kepolisian. Sikap teguh tersebut akhirnya mendapat apresiasi. Pada tahun 2016, ia menerima penghargaan dari Kapolri sebagai contoh teladan integritas di tubuh Polri.

Kisah Bripka Seladi menjadi pengingat bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh jabatan atau seragam yang dikenakan, melainkan oleh kejujuran, kerja keras, dan konsistensi dalam memegang prinsip hidup.