JAKARTA, Cobisnis.com - Kawasan wisata Gunung Bromo tetap dibuka untuk pengunjung meski Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau BB TNBTS menghentikan sementara seluruh aktivitas pengambilan gambar. Kebijakan tersebut berlaku untuk kegiatan shooting komersial maupun nonkomersial.
Penghentian izin shooting dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan di tengah puncak musim kemarau. Vegetasi di kawasan taman nasional saat ini berada dalam kondisi sangat kering dan mudah terbakar.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan kondisi tersebut membuat aktivitas yang berpotensi memicu api harus dibatasi. "Demi menjaga keselamatan pengunjung, kelestarian ekosistem, dan mencegah bencana kebakaran hutan, maka Balai Besar TNBTS menghentikan sementara waktu seluruh izin aktivitas shooting komersial maupun nonkomersial," ujarnya di Malang, Senin (7/9/2026).
Menurut Rudijanta, kegiatan pengambilan gambar dalam skala besar biasanya melibatkan berbagai peralatan teknis. Perlengkapan kelistrikan dan bahan bakar yang digunakan dalam produksi dinilai dapat meningkatkan potensi munculnya percikan api.
Larangan tersebut resmi dituangkan dalam Surat Pengumuman Nomor PG.21/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/09/2026 yang diterbitkan pada 7 September 2026. Aturan berlaku bagi event organizer, rumah produksi, serta penyelenggara acara dalam bentuk apa pun.
BB TNBTS menegaskan pihak yang tetap melakukan aktivitas shooting tanpa izin dapat dikenai sanksi. "Pelanggaran menyangkut aturan ini akan ditindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan berlaku," kata Rudijanta.
Meski aktivitas shooting dihentikan, kegiatan wisata di kawasan Gunung Bromo dan Ranu Regulo tetap berjalan seperti biasa. Pengunjung masih diperbolehkan melakukan kunjungan wisata dengan mengikuti ketentuan yang berlaku di kawasan taman nasional.
Kebijakan tersebut berbeda dengan aktivitas pendakian Gunung Semeru yang masih ditutup total. Penutupan pendakian dilakukan akibat dampak kebakaran hutan yang sebelumnya terjadi di kawasan tersebut.
Penghentian shooting menjadi langkah pencegahan di tengah kondisi vegetasi yang kering. TNBTS juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan pengunjung sekaligus melindungi ekosistem kawasan dari potensi kebakaran baru.
Dengan demikian, wisatawan tetap dapat berkunjung ke Bromo, tetapi kegiatan produksi foto atau video untuk kebutuhan shooting sementara tidak diperbolehkan. Aturan tersebut berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari pengelola kawasan.