JAKARTA, Cobisnis.com – BSI ANTAM industri bullion menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem emas nasional yang terintegrasi. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman untuk pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis di Jakarta.
BSI ANTAM industri bullion juga menjadi kelanjutan dari sinergi yang telah terjalin lebih dari satu dekade. Kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat monetisasi emas serta mendukung penguatan peran bullion bank di Indonesia.
Selama 2025, BSI tercatat menyerap lebih dari 60 persen penjualan emas ANTAM pada kategori pihak berelasi. Secara keseluruhan, kontribusi BSI terhadap total penjualan emas ANTAM mencapai sekitar 11 persen.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menegaskan pentingnya kolaborasi ini bagi pertumbuhan bisnis emas. Ia menyatakan, “Bisnis emas BSI tumbuh sangat pesat, dan sinergi dengan ANTAM menjadi fondasi utama distribusi emas kami.”
Kerja sama ini mencakup perdagangan emas fisik Logam Mulia melalui akses digital serta penguatan distribusi ritel. Selain itu, kolaborasi juga meliputi pemasaran, literasi, dan edukasi investasi emas kepada masyarakat luas.
Pertumbuhan nasabah juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam layanan emas BSI. Nasabah bullion mendekati satu juta dengan pertumbuhan 658 persen, sementara nasabah cicil emas mencapai lebih dari 565 ribu dengan kenaikan 54,67 persen secara tahunan.
Direktur Komersial ANTAM Handi Sutanto menyampaikan bahwa sinergi ini memperkuat rantai pasok emas nasional. Ia mengatakan, “ANTAM berkomitmen memastikan ketersediaan emas berkualitas serta memperluas distribusi melalui kemitraan strategis.”
Dengan penguatan BSI ANTAM industri bullion, kedua perusahaan optimistis dapat meningkatkan literasi dan akses investasi emas. Kolaborasi ini juga diharapkan mendorong terbentuknya ekosistem emas nasional yang berdaya saing global.