Harga Minyak Dunia Menguat Signifikan Usai Muncul Ancaman Blokade Selat Hormuz

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 13 Apr 2026, 17:17 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga minyak dunia melonjak tajam hingga sekitar 8 persen setelah ancaman blokade di Selat Hormuz diumumkan oleh Presiden Donald Trump. Pasar langsung merespons kekhawatiran terganggunya pasokan energi global.

Harga minyak mentah Brent tercatat sempat menyentuh 102 dolar AS per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) juga ikut naik signifikan hingga di atas 104 dolar AS per barel.

Lonjakan ini terjadi setelah gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan. Negosiasi yang berlangsung panjang tidak menghasilkan kesepakatan damai.

Situasi tersebut memperburuk sentimen pasar yang sudah sensitif terhadap risiko geopolitik. Investor mulai mengantisipasi potensi gangguan jalur distribusi minyak global.

Selat Hormuz menjadi titik krusial karena sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut setiap hari. Kondisi ini membuat pasar sangat rentan terhadap isu blokade atau konflik.

Pernyataan Trump terkait pengerahan Angkatan Laut AS memperkuat kekhawatiran eskalasi. Kebijakan ini disebut menyasar kapal yang terkait langsung dengan aktivitas pelabuhan Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut blokade akan mulai diterapkan dalam waktu yang telah ditentukan. Meski demikian, kapal non-Iran disebut masih diperbolehkan melintas.

Ketegangan ini juga memperpanjang ketidakpastian di pasar energi global. Gangguan kecil di kawasan tersebut dapat berdampak besar pada harga minyak dunia.

Sejumlah analis menilai kondisi ini berpotensi mendorong inflasi di berbagai negara. Biaya energi dan logistik diperkirakan ikut tertekan jika ketegangan berlanjut.

Pasar kini menunggu perkembangan lanjutan dari kedua pihak. Arah diplomasi atau eskalasi akan sangat menentukan stabilitas harga minyak ke depan.