Harga Minyak Global Menguat Usai Perundingan AS dan Iran Tak Membuahkan Hasil

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 13 Apr 2026, 10:36 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah perundingan damai berakhir tanpa kesepakatan. Dampaknya langsung terasa ke pasar, dengan harga minyak dunia melonjak tajam.

Harga minyak mentah berjangka AS untuk Mei 2026 naik hampir 8% ke level US$104,20 per barel. Lonjakan cepat ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan global.

Sementara itu, minyak Brent juga menguat sekitar 7% menjadi US$101,86 per barel untuk pengiriman Juni 2026. Harga kembali menembus angka psikologis US$100.

Kenaikan ini dipicu ancaman AS untuk memblokade jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute distribusi minyak paling vital di dunia.

Sekitar 20% pasokan minyak global melewati jalur tersebut setiap hari. Ketika aksesnya terancam, pasar langsung bereaksi karena risiko suplai terganggu.

Presiden Donald Trump menyatakan Angkatan Laut AS akan memblokade kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran, meski kapal transit disebut tetap diizinkan melintas.

Langkah ini mempertegas eskalasi konflik setelah negosiasi di Pakistan gagal mencapai titik temu. Upaya diplomasi pun belum mampu meredakan ketegangan.

Komando Pusat AS (CENTCOM) juga mengonfirmasi pengawasan ketat lalu lintas maritim. Kebijakan ini dinilai bisa berdampak luas ke perdagangan global.

Pasar energi merespons cepat karena konflik di Timur Tengah selalu berkaitan erat dengan harga minyak. Investor cenderung mengantisipasi risiko dengan mendorong harga naik.

Selain itu, muncul laporan AS mempertimbangkan serangan terbatas ke Iran. Wacana ini menambah tekanan dan ketidakpastian di pasar global.

Dampaknya bisa dirasakan banyak negara, termasuk Indonesia, terutama pada harga BBM dan biaya logistik. Kenaikan ini berpotensi memicu tekanan inflasi domestik.

Jika konflik berlanjut tanpa solusi, harga energi diperkirakan tetap tinggi dalam waktu dekat. Pasar kini menanti langkah berikutnya dari kedua negara.