Bukan Salah Bumbunya, Ini Alasan Daging Masakan Rumah Teksturnya Keras dan Kering

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 25 May 2026, 06:52 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Memasak daging di rumah memang terlihat sederhana, tetapi banyak orang masih mendapatkan hasil daging yang alot dan kering. Penyebabnya sering kali bukan dari kualitas daging, melainkan kebiasaan kecil yang sering dilakukan saat memasak.

Kesalahan paling umum adalah langsung memasak daging setelah keluar dari kulkas. Daging yang masih terlalu dingin bisa membuat bagian luar cepat matang sementara bagian dalam belum merata. Sebaiknya diamkan daging sekitar 15 hingga 30 menit sebelum dimasak agar suhunya lebih stabil.

Permukaan daging yang masih basah juga sering membuat hasil masakan kurang maksimal. Air pada daging dapat menurunkan suhu wajan sehingga daging lebih banyak mengeluarkan uap dibanding menghasilkan permukaan yang kecokelatan dan gurih. Karena itu, permukaan daging sebaiknya dikeringkan dulu dengan tisu dapur.

Selain itu, banyak orang memasukkan daging saat wajan belum benar-benar panas. Akibatnya daging mudah menempel, robek saat dibalik, dan kehilangan cairan alaminya. Wajan yang cukup panas biasanya menghasilkan suara desisan saat daging mulai dimasukkan.

Kesalahan lain adalah memasak terlalu banyak daging sekaligus dalam satu wajan. Kondisi ini membuat uap terperangkap dan daging jadi seperti dikukus, bukan dipanggang atau digoreng. Memasak secara bertahap memang lebih lama, tetapi hasilnya lebih baik.

Banyak orang juga langsung memotong daging setelah matang. Padahal cairan di dalam daging masih terkumpul di bagian tengah akibat panas saat memasak. Jika langsung dipotong, cairan akan keluar dan membuat daging terasa kering.

Sebaiknya daging didiamkan sekitar 5 sampai 10 menit sebelum dipotong. Cara sederhana ini membantu cairan kembali menyebar ke seluruh bagian daging sehingga hasil akhirnya lebih lembut, juicy, dan tetap beraroma.