JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM dan LPG bersubsidi tidak akan naik hingga 31 Desember 2026. Janjinya berlaku bahkan jika ICP menyentuh US$ 100 per barel.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa, Sabtu 2 Mei 2026. Bahlil menyebut komitmen ini sudah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Subsidi BBM dan LPG, kata Bahlil, memang diperuntukkan hanya bagi masyarakat yang membutuhkan. BBM nonsubsidi tetap mengikuti harga pasar.
Indonesia juga sudah mengamankan stok minyak mentah dari Rusia untuk satu tahun ke depan. Hasilnya didapat dari kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Moskow belum lama ini.
Langkah itu dinilai strategis di tengah harga minyak dunia yang fluktuatif. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih jadi faktor utama ketidakstabilan harga energi global.
Bahlil sebelumnya sudah bicara hal serupa pada 16 April 2026 di Kompleks Kepresidenan. Ia menyebut subsidi BBM tidak akan naik selama ICP masih dalam batas aman APBN di kisaran US$ 100 per barel.
Dengan stok aman dan komitmen resmi pemerintah, spekulasi kenaikan harga BBM kini tertutup rapat. Publik tinggal menunggu apakah janji ini bertahan hingga akhir tahun.