Jamkrindo

Bulan K3 2026, Keselamatan Kerja Dianggap Investasi Penting di Tambang

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 02 Feb 2026, 15:49 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Multi Harapan Utama (MHU) memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 dengan menegaskan keselamatan kerja sebagai fondasi utama keberlanjutan industri pertambangan.

Pada Bulan K3 Nasional 2026, MHU mengusung tema Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif. Tema ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap penguatan budaya keselamatan kerja.

Momentum Bulan K3 dimanfaatkan MHU untuk menegaskan bahwa K3 bukan sekadar kewajiban kepatuhan. Keselamatan kerja diposisikan sebagai bagian strategis dari pengambilan keputusan operasional perusahaan.

Sejalan dengan arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), keselamatan kerja dinilai sebagai investasi strategis industri pertambangan. Pendekatan ini menempatkan aspek K3 sejajar dengan produktivitas dan daya saing.

MHU menyatakan secara konsisten mengintegrasikan K3 dalam penerapan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, hingga tata kelola operasional. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan andal.

Komitmen tersebut tercermin dalam capaian kinerja keselamatan perusahaan. Pada periode 2024 hingga 2025, MHU mencatat Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) sebesar nol untuk karyawan maupun kontraktor.

Selain itu, perusahaan juga mencatat nol fatalitas sepanjang 2024 dan 2025. Pada periode yang sama, MHU kembali membukukan nol Lost Time Injury (LTI) di seluruh area operasional.

Kepala Teknik Tambang MHU, Aris Subagyo, menyatakan keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci tercapainya kinerja K3 yang optimal.

Ia menegaskan bahwa keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab karyawan MHU. Seluruh mitra kerja dan kontraktor di area operasional memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.

Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menambahkan bahwa penguatan K3 menjadi bagian integral dari tata kelola perusahaan yang berkelanjutan. Keselamatan dinilai sebagai prasyarat utama keandalan operasi.

Menurut manajemen, peringatan Bulan K3 Nasional 2026 di lingkungan MHU dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan terintegrasi. Kegiatan tersebut melibatkan manajemen, karyawan, kontraktor, dan mitra kerja.

Rangkaian kegiatan meliputi kampanye keselamatan, penguatan safety leadership, pelatihan dan simulasi K3, lomba inovasi keselamatan, hingga evaluasi sistem manajemen K3 secara berkelanjutan.

Seluruh program tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman bahwa K3 bukan sekadar kepatuhan regulasi. Keselamatan kerja dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi keberlangsungan usaha.

MHU merupakan perusahaan pertambangan batubara yang beroperasi sejak 1987 di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Perusahaan menjalankan operasi berdasarkan IUPK sebagai kelanjutan PKP2B Generasi Pertama.