Jamkrindo

Minyak Dunia Ambles, Saham Migas Termasuk MEDC dan RAJA Ikut Melemah

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 02 Feb 2026, 15:52 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga minyak mentah dunia kembali ambles pada awal pekan ini dan langsung berdampak ke pergerakan saham sektor energi. Sejumlah emiten migas tercatat melemah pada perdagangan Senin (2/2/2026).

Tekanan datang dari penurunan harga minyak global, baik West Texas Intermediate (WTI) maupun Brent. Keduanya terkoreksi dari level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Pelemahan harga minyak tersebut memicu aksi jual di saham-saham energi. Investor merespons cepat dengan mengurangi eksposur pada emiten migas di pasar saham domestik.

Beberapa saham energi besar tercatat bergerak di zona merah sejak awal perdagangan. Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menjadi salah satu yang terdampak tekanan pasar.

Penurunan harga minyak global dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap permintaan energi dunia. Ketidakpastian ekonomi global membuat prospek konsumsi minyak kembali dipertanyakan.

Di sisi lain, sentimen negatif dari dalam negeri turut memperberat tekanan pasar. Investor masih mencermati dampak peringatan MSCI terkait isu investability pasar saham Indonesia.

MSCI sebelumnya menyoroti aspek transparansi struktur kepemilikan dan tata kelola perusahaan. Isu tersebut dinilai berpotensi memengaruhi minat investor global terhadap pasar Indonesia.

Kombinasi tekanan global dan domestik membuat pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati. Saham sektor energi menjadi salah satu yang paling sensitif terhadap perubahan sentimen ini.

Meski demikian, otoritas pasar keuangan disebut tengah bergerak cepat merespons berbagai perhatian dari investor global. Langkah perbaikan tata kelola diharapkan mampu meredam gejolak lanjutan.

Analis menilai pergerakan saham migas ke depan masih akan sangat bergantung pada arah harga minyak dunia. Selama tekanan harga berlanjut, volatilitas saham energi diperkirakan tetap tinggi.

Namun dalam jangka menengah, fundamental emiten migas dinilai masih memiliki daya tahan. Stabilitas kebijakan dan perbaikan iklim investasi menjadi faktor kunci pemulihan sektor ini.