JAKARTA, Cobisnis.com - Sudah menyiapkan bekal si Kecil, tapi tidak pernah dimakan atau makananya tidak habis? Memang terkadang membuat frustasi dan bingung harus berbuat apa supaya mereka mau menghabiskan bekal makannya.
Padahal, itu sangat normal bagi anak-anak untuk menolak makanan. Ada banyak penjelasan mengapa si Kecil menghindari makan siang, salah satunya adanya perubahan selera makan mereka.
Nah, buat moms yang masih kebingungan apa yang harus dilakukan supaya anak-anak mau makan, berikut ini adalah lima alasan paling umum dan cara mengatasinya yang dilansir dari Nine, Selasa (24/08/2026).
1. Waktu mereka habis
Anak kamu mungkin menikmati makan di rumah, tetapi di sekolah, bekal makan siang mereka sering dilupakan demi bermain di taman bermain. Jika si Kecil sering mengatakan kehabisan waktu untuk makan, cobalah membekali makanan yang mudah dikonsumsi, seperti sandwich mini, roti isi selai kesuakaan, stik buah dan sayuran, keju dan biskuit, atau yogurt dalam kemasan.
Menurut seorang ibu, Christine, 34 tahun, ada baiknya juga memeriksa apakah anak Anda bisa membuka kotak bekalnya.
"Anak saya pulang setiap hari dengan bekalnya hampir tidak tersentuh, lalu saya menyadari dia tidak bisa membuka pengaitnya. Dia membuang banyak waktu menunggu guru membantunya. Kedengarannya sepele, tetapi pastikan anak-anak bisa membuka wadah bekal mereka. Mereka mungkin tidak akan memberi tahu ibunya jika mereka tidak bisa," jelas Christine.
2. Mereka waspada terhadap makanan dan tekstur baru
Bagi sebagian anak, hal yang tidak dikenal dapat memicu perasaan cemas dan takut, jadi pastikan untuk memperkenalkan makanan baru dengan makanan favorit yang sudah dikenal.
"Anak perempuan saya makan apa saja saat masih balita, tetapi begitu dia mulai sekolah, dia menolak untuk mencoba apa pun yang tidak dikenalnya."
"Saya tahu dia suka sandwich keju, jadi saya selalu membawakannya setiap hari bersama pilihan lain seperti sushi dan telur rebus. Karena dia punya sesuatu yang selalu dia andalkan, akhirnya dia menjadi lebih percaya diri untuk mencoba hal-hal lain," ungkap Jessica, 35, seorang ibu dari tiga anak.
Jika anak menolak mencoba makanan baru, tanyakan apa yang tidak mereka sukai dan bereksperimenlah dengan tekstur, misalnya, mungkin mereka lebih menyukai roti gulung yang renyah daripada roti tawar, atau mereka mungkin lebih menyukai wortel parut daripada potongan yang lebih besar.
3. Nafsu makan mereka naik turun
Sama seperti orang dewasa, nafsu makan anak-anak dapat berfluktuasi tergantung pada seberapa aktif mereka atau bagaimana kondisi tubuh mereka. Daripada mengkhawatirkan jumlah makanan yang dimakan anak, Rumah Sakit Anak Kerajaan Melbourne menyarankan untuk fokus pada pemberian campuran makanan dan camilan dari lima kelompok makanan, seperti buah, sayuran, biji-bijian, protein, dan produk susu atau alternatif susu.
Camilan padat kalori, seperti susu cokelat, juga merupakan cara cepat dan mudah untuk memberikan tambahan nutrisi pada si Kecil saat makan siang. Tambahkan juga suplemen nutrisi siap minum dapat membantu memberikan nutrisi lengkap dan seimbang termasuk protein berkualitas tinggi dan vitamin serta mineral sangatlah penting.
4. Mereka mengalami kelelahan makan siang
Anak-anak sudah makan makaroni dan keju setiap minggu, tetapi tiba-tiba makanan favorit mereka saat makan siang pulang tanpa dimakan. Ini bukan karena masakan yang kamu buat, mereka mungkin hanya bosan.
"Saran terbaik tentang bekal makan siang yang pernah saya terima berasal dari seorang ahli gizi yang mengatakan untuk membuat makanan menjadi menyenangkan. Anak-anak saya sudah bosan dengan sandwich, tetapi sekarang saya menggunakan cetakan kue untuk membuatnya lebih menarik atau menyajikannya dalam bentuk kincir angin."
"Kadang-kadang saya akan membungkus saus celup untuk disantap bersama stik sayuran mereka, atau saya akan menambahkan taburan warna-warni ke selai kacang. Sederhana, tapi berhasil," saran Lisa, 32 tahun.