Jamkrindo

Curhat Guru Honorer di DPR Berujung Air Mata, Terkendala Dapodik Meski Sudah Lama Mengabdi

Oleh Hidayat Taufik pada 02 Feb 2026, 20:28 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Suasana rapat di kompleks DPR RI, Senayan, mendadak haru ketika seorang guru honorer menyampaikan keluhannya terkait kesejahteraan dan pendataan tenaga pendidik. Guru bernama Indah Permata Sari, yang mengajar di SDN Wanasari 01 Cibitung, tak kuasa menahan tangis saat berbicara di hadapan anggota dewan.

Peristiwa tersebut terjadi dalam rapat antara Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Senin (2/2/2026). Dalam forum itu, para guru honorer diberi kesempatan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

Indah mengungkapkan dirinya belum tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) meskipun telah memenuhi syarat masa kerja. Ia menyebut proses masuk ke sistem pendataan pendidikan tersebut sangat sulit dan berbelit, sehingga berdampak pada status dan kesejahteraannya sebagai guru honorer.

“Saya sudah memenuhi masa kerja, Pak, tapi sampai sekarang belum juga masuk data. Untuk bisa terdaftar di Dapodik itu sulitnya luar biasa,” ujar Indah dengan suara bergetar.

Ketua Baleg DPR RI, Bob Hasan, sempat meminta penjelasan terkait data yang dimaksud. Setelah Indah menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah Dapodik, rapat pun kembali berlanjut dengan pembahasan perlindungan dan nasib guru honorer ke depan.

Keluhan ini menambah daftar panjang persoalan yang dihadapi guru honorer di Indonesia, mulai dari pendataan, status kepegawaian, hingga kesejahteraan yang belum memadai.