Dampak Karhutla Meluas hingga Pusat Rehabilitasi, Puluhan Orang Utan Alami ISPA

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 09 Oct 2026, 13:52 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebanyak 47 orang utan di pusat rehabilitasi Yayasan BOS Nyaru Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski begitu, kondisi seluruh satwa tersebut masih tergolong ringan dan dapat ditangani tim medis.

Koordinator Dokter Yayasan BOS Nyaru Menteng, drh Agus Fahroni, mengatakan puluhan orang utan tersebut masih berada dalam pemantauan. Tim medis berupaya memastikan kondisi kesehatan mereka tidak memburuk.

“Sekitar 47 orang utan memang teridentifikasi mengalami ISPA. Namun sejauh ini kondisinya masih relatif ringan dan dapat ditangani oleh tim medis kami,” ujar Agus, Jumat, 9 Oktober 2026.

Menurut Agus, paparan asap karhutla menjadi salah satu faktor utama yang perlu diwaspadai karena dapat mengganggu sistem pernapasan orang utan. Risiko ini menjadi perhatian khusus bagi satwa yang masih menjalani rehabilitasi sebelum dikembalikan ke habitat alaminya.

Untuk mengantisipasi kondisi yang lebih serius, tim medis bersama para perawat meningkatkan pengawasan terhadap seluruh orang utan di pusat rehabilitasi. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan gejala.

Agus menegaskan kabut asap menjadi ancaman bagi kesehatan satwa, terutama pada sistem pernapasan. Karena itu, pemantauan rutin dilakukan untuk memastikan kondisi orang utan tetap stabil selama terpapar asap.

Penanganan terhadap orang utan yang mengalami ISPA dilakukan dengan pemberian herbal dan vitamin. Tim medis juga memastikan kebutuhan cairan satwa terpenuhi untuk membantu proses pemulihan.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh orang utan selama kondisi udara terdampak asap karhutla. Penanganan dan pemantauan terus dilakukan agar gejala yang dialami tidak berkembang menjadi lebih berat.

Kondisi ini menunjukkan dampak karhutla tidak hanya dirasakan manusia, tetapi juga satwa yang berada di kawasan terdampak asap. Bagi orang utan yang masih menjalani rehabilitasi, kualitas udara menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan sebelum mereka kembali ke habitat alami.

Hingga laporan ini disampaikan, kondisi 47 orang utan tersebut masih tergolong ringan. Tim medis Yayasan BOS Nyaru Menteng terus memantau perkembangan kesehatan mereka selama kabut asap masih menjadi perhatian.