JAKARTA, Cobisnis.com – Kasus hilangnya dana perusahaan Rp4,3 miliar dari rekening di PT Bank CIMB Niaga Tbk di Batam menyoroti tidak hanya sistem perbankan, tetapi juga keamanan teknologi informasi di perusahaan korban.
Peristiwa terjadi pada 9 Februari 2026 sekitar pukul 16.39 WIB. Dalam waktu sekitar 40 menit, dana dilaporkan berpindah melalui serangkaian transaksi yang tidak diketahui oleh manajemen perusahaan.
Kejadian bermula dari notifikasi mencurigakan di komputer kantor yang digunakan untuk mengakses layanan perbankan. Notifikasi tersebut meminta staf menghubungi nomor call center yang terlihat seperti layanan resmi.
Setelah panggilan dilakukan, dana dalam mata uang dolar AS ditransfer dan sebagian dikonversi ke rupiah sebelum mengalir ke sejumlah rekening individu.
Total kerugian mencapai Rp4,3 miliar dengan aliran dana ke 12 rekening berbeda. Dua rekening di antaranya dilaporkan menerima transfer hingga sekitar Rp1 miliar.
Kasus ini kini didalami oleh Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau. Polisi masih menelusuri aliran dana serta kemungkinan adanya akses ilegal pada perangkat yang digunakan untuk transaksi.
Pihak CIMB Niaga menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut dan menyatakan siap bekerja sama dengan pihak berwenang. Sebagian dana dilaporkan telah diblokir dan sekitar Rp750 juta berhasil dikembalikan.