JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah akan menerapkan rekayasa lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026 guna mengurai kepadatan kendaraan di sejumlah ruas tol utama. Kebijakan ini mencakup penerapan sistem ganjil genap serta sistem satu arah atau one way.
Langkah tersebut diterapkan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan yang diperkirakan meningkat signifikan selama masa mudik Lebaran. Pemerintah menilai rekayasa lalu lintas menjadi strategi penting untuk meminimalkan kemacetan di jalur utama perjalanan pemudik.
Sistem ganjil genap akan diberlakukan di sejumlah ruas jalan tol strategis. Kebijakan ini berlaku pada Tol Trans Jawa mulai KM 47 hingga KM 414 serta Tol Tangerang–Merak dari KM 31 hingga KM 98.
Untuk arus mudik, sistem ganjil genap mulai diterapkan pada 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Selama periode ini, kendaraan yang melintas harus menyesuaikan nomor pelat kendaraan dengan tanggal perjalanan.
Sementara itu, pada periode arus balik Lebaran, sistem ganjil genap akan diberlakukan pada ruas yang sama tetapi dengan arah berbeda. Kebijakan ini berlangsung mulai 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Selain ganjil genap, pemerintah juga menerapkan sistem one way di Tol Trans Jawa. Kebijakan ini bertujuan memperlancar pergerakan kendaraan menuju daerah tujuan mudik yang biasanya mengalami lonjakan volume lalu lintas.
Pada arus mudik, sistem one way diberlakukan di Tol Trans Jawa dari KM 70 hingga KM 421. Kebijakan ini mulai diterapkan pada 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Selama penerapan sistem satu arah tersebut, kendaraan yang menuju Jakarta melalui gerbang tol tertentu akan ditutup sementara. Kebijakan ini bertujuan memberikan prioritas jalur bagi kendaraan yang menuju wilayah timur Pulau Jawa.
Sementara pada periode arus balik, sistem one way akan diberlakukan dengan arah sebaliknya. Kebijakan ini diterapkan dari KM 421 hingga KM 70 mulai 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Selama masa tersebut, kendaraan menuju Semarang melalui beberapa gerbang tol akan ditutup sementara guna mengoptimalkan kelancaran arus kendaraan menuju Jakarta.
Pemerintah mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik untuk memperhatikan jadwal rekayasa lalu lintas tersebut. Perencanaan perjalanan yang baik dinilai penting agar pemudik dapat menghindari kepadatan di jalan tol.
Selain itu, pemudik juga disarankan untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Persiapan kendaraan dan perencanaan waktu perjalanan diharapkan dapat membuat perjalanan mudik lebih aman dan nyaman.