Data Desil Warga Keliru, Mensos Minta Mutakhirkan Lewat Kelurahan

Oleh Hidayat Taufik pada 01 Sep 2026, 09:00 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta masyarakat yang merasa data desilnya tidak sesuai kondisi ekonomi sebenarnya untuk segera mengajukan pemutakhiran.

Pemerintah menyediakan sejumlah kanal yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan sekaligus memperbarui data mereka.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan bantuan sosial (bansos) diberikan kepada warga yang memang memenuhi kriteria.

"Bisa datang, bisa melakukan pemutakhiran sekali lagi ya lewat command center. Ada itu nomornya. Kemudian ada WA center, ada aplikasi Cek Bansos, atau datang ke kelurahan dan desa masing-masing. Di sana ada operator data desa, disiapkan aplikasinya aplikasi SIKS-NG," ujar Gus Ipul dikutip dari berbagai sumber, Senin (31/8/2026).

Gus Ipul menjelaskan, berbagai mekanisme tersebut disiapkan untuk menampung masyarakat yang merasa mengalami perubahan status desil sehingga berdampak terhadap penerimaan bansos.

Menurut dia, warga dapat menggunakan layanan yang tersedia untuk mengoreksi informasi apabila terdapat ketidaksesuaian dalam data.

"Jadi semua sudah kita siapkan berbagai saluran supaya masyarakat bisa segera memperbaiki. PBI juga begitu, kita sudah lakukan berbagai langkah supaya mereka yang berhak benar-benar bisa menerima," jelas dia.

Mensos memastikan setiap laporan mengenai kesalahan data maupun penerima bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran akan diperiksa oleh pemerintah.

"Kalau misalnya ada keliruan, ketidaktepatan sasaran, kita segera perbaiki, ya. Pokoknya prinsipnya kita terbuka, sangat terbuka," katanya.

Gus Ipul juga menyebut keluhan masyarakat mengenai posisi desil akan menjadi bahan untuk melakukan pembaruan data.

"Jadi kalau sekarang ada keluhan-keluhan, 'Saya kok di desil 6 padahal saya seperti ini, saya kok di desil ini, saya di desil ini,' itu tentu kita apresiasi dan kita buka untuk dilakukan pemutakhiran," sambung Gus Ipul.

Pemutakhiran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan akurasi data penerima bansos. Dengan data yang lebih sesuai kondisi terbaru, penyaluran bantuan diharapkan dapat berlangsung lebih tepat sasaran.