Deklarasi Mahasiswa Jadi Polemik, Polda Metro Jaya Sampaikan Permintaan Maaf

Oleh Hidayat Taufik pada 01 Nov 2026, 08:06 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Polda Metro Jaya menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait polemik yang berkembang setelah pelaksanaan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas berbagai reaksi dan kritik masyarakat terhadap kegiatan yang digelar dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda.

"Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (1/11/2026).

Acara deklarasi berlangsung di kawasan depan Pos Polisi Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10). Kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan mengangkat tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia".

Dalam kegiatan itu, sejumlah figur publik dan kreator digital turut hadir. Di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, serta kreator konten Willie Salim.

"Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda," ucap Budi Hermanto.

Menurut Budi, Polda Metro Jaya menghargai berbagai pandangan, kritik, dan aspirasi yang disampaikan masyarakat sebagai bahan untuk melakukan perbaikan.

"Sumpah Pemuda mengajarkan persatuan, dan nilai itu ingin kami jaga bersama seluruh elemen bangsa. Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan kami terus menjadi lebih baik," ujarnya.