JAKARTA, Cobisnis.com – PT Dewa melalui entitas usahanya resmi mengamankan perpanjangan kontrak pengelolaan dua tambang batu bara dari PT Arutmin Indonesia. Nilai total kontrak tersebut mencapai sekitar Rp10,5 triliun.
Perpanjangan kontrak ini menjadi sinyal kuat atas kepercayaan Arutmin terhadap kinerja dan kapabilitas operasional Dewa. Kedua tambang tersebut merupakan aset strategis dalam rantai produksi batu bara nasional.
Dengan kontrak jangka menengah hingga panjang, Dewa memperoleh kepastian pendapatan yang lebih stabil. Hal ini penting di tengah fluktuasi harga komoditas dan dinamika pasar global.
Dari sisi bisnis, pengamanan kontrak bernilai besar ini memperkuat portofolio proyek Dewa di sektor pertambangan. Perusahaan kini memiliki visibilitas arus kas yang lebih jelas ke depan.
Nilai kontrak Rp10,5 triliun juga mencerminkan skala operasi yang signifikan. Angka ini berpotensi berdampak positif terhadap kinerja keuangan dan tingkat utilisasi alat berat perusahaan.
Sektor batu bara sendiri masih menjadi tulang punggung energi nasional. Meski isu transisi energi terus menguat, permintaan batu bara domestik dan ekspor masih relatif solid.
Dalam konteks pasar modal, perpanjangan kontrak ini dinilai sebagai sentimen positif. Investor umumnya merespons baik kepastian proyek yang bersifat recurring dan berjangka panjang.
Langkah Dewa ini juga sejalan dengan upaya perusahaan memperkuat fundamental. Fokus pada proyek-proyek besar dinilai dapat mendukung efisiensi dan skala ekonomi.
Dengan perbaikan kinerja dan kontrak bernilai besar, nama Dewa kembali masuk radar pelaku pasar. Emiten ini dinilai memiliki peluang untuk kembali mencatatkan pertumbuhan berkelanjutan.
Ke depan, konsistensi eksekusi proyek dan tata kelola akan menjadi kunci. Pengamanan dua tambang ini menjadi fondasi penting bagi strategi jangka panjang Dewa.