Di Tengah Perang dengan AS, Menteri Perminyakan Iran Pilih Mundur

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 05 Oct 2026, 12:25 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengundurkan diri dari jabatannya di tengah perang Iran dengan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama tujuh bulan. Presiden Iran Masoud Pezeshkian kemudian menunjuk Hamid Bovard sebagai Pelaksana Tugas Menteri Perminyakan.

Kantor kepresidenan Iran menyebut Paknejad mengundurkan diri karena alasan pribadi. Namun, alasan tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut oleh pemerintah Iran.

Paknejad sebelumnya telah menjabat sebagai Menteri Perminyakan Iran sejak Agustus 2024. Pengunduran dirinya diterima oleh Presiden Pezeshkian setelah Paknejad disebut telah lama mengajukan permintaan tersebut.

Deputi komunikasi kantor kepresidenan Iran Mehdi Tabatabaei mengatakan pengunduran diri itu sebenarnya telah diajukan Paknejad sejak lama. Pezeshkian sebelumnya meminta Paknejad tetap menjalankan tugasnya, tetapi akhirnya menerima keputusan tersebut setelah Paknejad bersikeras mundur.

"Dengan diterimanya pengunduran diri Mohsen Paknejad oleh Dr Pezeshkian, maka Hamid Bovard telah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Menteri Perminyakan," kata Tabatabaei dalam pernyataan pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Bovard sebelumnya menjabat sebagai pimpinan eksekutif Perusahaan Minyak Nasional Iran atau National Iranian Oil Company. Ia kini mengambil alih tugas kementerian sebagai pejabat sementara.

Pergantian tersebut berlangsung ketika sektor minyak Iran menghadapi tekanan akibat perang dengan AS. Washington juga telah melakukan tekanan terhadap ekspor minyak Iran, sehingga sektor energi menjadi salah satu bagian penting dari tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Sebelum kabar pengunduran dirinya diumumkan, Paknejad sempat mengatakan pendapatan dari minyak yang telah dijual Iran masih terus masuk. Ia juga menyatakan pendapatan tersebut akan terus berlanjut.

"Pendapatan dari minyak yang telah kita jual masih terus masuk dan hal itu akan terus berlanjut, insya Allah," ujar Paknejad seperti dikutip media pemerintah Iran.

Dalam pemberitaan media pemerintah Iran, disebutkan bahwa permintaan pengunduran diri Paknejad sebelumnya sempat ditolak. Pezeshkian kemudian menerima pengunduran diri tersebut setelah Paknejad tetap bersikeras untuk meninggalkan jabatannya.

Pezeshkian juga disebut mengapresiasi upaya dan pengabdian Paknejad selama menjalankan tugas sebagai Menteri Perminyakan Iran. Tidak ada alasan lain yang diumumkan secara resmi selain alasan pribadi.

Pengunduran diri Paknejad membuat Bovard menjadi pejabat yang akan menjalankan kementerian di tengah tekanan terhadap sektor minyak Iran. Pergantian ini terjadi ketika perang dan tekanan terhadap ekspor minyak masih menjadi tantangan bagi perekonomian Iran.