Pesawat Bomber AS Ditarik dari Inggris Usai Pangkalan Militer Sempat Dievakuasi

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 05 Oct 2026, 11:54 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Amerika Serikat menarik seluruh pesawat pengebom B-1 yang sebelumnya dikerahkan ke RAF Fairford, Inggris. Penarikan dilakukan setelah insiden mencurigakan di sekitar pangkalan udara tersebut pada pekan lalu.

Pentagon mengonfirmasi seluruh pesawat pengebom AS yang berada di RAF Fairford telah kembali ke pangkalan induknya di Amerika Serikat. Pernyataan tersebut dirilis pada Minggu, 4 Oktober 2026 waktu setempat.

"Kami dapat mengonfirmasi saat ini bahwa seluruh pesawat pengebom AS yang sebelumnya dikerahkan ke RAF Fairford, telah kembali ke pangkalan induknya di Amerika Serikat," demikian pernyataan Pentagon.

Pentagon tidak menjelaskan secara rinci pergerakan pesawat tersebut. Departemen Pertahanan AS menyebut aspek keamanan operasional membuat pihaknya tidak dapat mengonfirmasi pergerakan aset dan pasukan secara langsung.

Jumlah pasti pesawat B-1 yang ditarik juga tidak disebutkan. Namun, sejumlah laporan menyebut terdapat belasan pesawat pengebom strategis B-1 yang sebelumnya dikerahkan ke RAF Fairford.

Penarikan ini terjadi setelah insiden pada Minggu, 27 September 2026, di sekitar RAF Fairford. Kepolisian antiterorisme Inggris menangkap sedikitnya lima pria berkewarganegaraan Inggris setelah warga melaporkan aktivitas mencurigakan sekelompok pria dengan beberapa mobil van.

Insiden tersebut sempat memicu evakuasi terhadap penghuni 85 rumah di sekitar pangkalan udara. RAF Fairford diketahui menjadi lokasi yang digunakan untuk menampung pasukan dan pesawat pengebom Amerika Serikat.

Penyelidikan awal sempat memunculkan berbagai dugaan mengenai motif aktivitas tersebut. Spekulasi yang muncul mencakup ancaman teror hingga dugaan pencurian bahan bakar di tengah kenaikan harga energi di Inggris.

Namun, kepolisian tidak menemukan bahan peledak di dalam mobil van yang diperiksa. Polisi justru menemukan sejumlah bensin di kendaraan tersebut.

Lima pria yang sebelumnya ditangkap kemudian dibebaskan dengan jaminan oleh otoritas Inggris. Penyelidikan terhadap insiden tersebut masih berlanjut.

Keputusan membebaskan para tersangka mendapat kecaman dari Presiden AS Donald Trump. Trump menyatakan dirinya tidak akan membebaskan para tersangka jika berada dalam posisinya.

Trump dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengindikasikan kemungkinan keterlibatan Iran dalam insiden tersebut. Perdana Menteri Inggris Andy Burnham turut menyampaikan indikasi serupa dalam salah satu pernyataannya.

Iran membantah tuduhan tersebut. Kedutaan Besar Iran di London menolak dan mengecam keras spekulasi mengenai keterlibatan Teheran dalam insiden di dekat RAF Fairford.

Penarikan seluruh pesawat B-1 membuat aktivitas militer AS di RAF Fairford menjadi sorotan. Namun, Pentagon tidak memberikan penjelasan lebih jauh mengenai alasan operasional di balik pemulangan pesawat tersebut.