JAKARTA, Cobisnis.com - Kelompok Houthi di Yaman mengklaim melancarkan serangan menggunakan rudal balistik dan drone terhadap fasilitas energi Saudi Aramco di Riyadh dan kawasan Khurais, Arab Saudi.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyebut serangan tersebut mengenai sasaran dan menyebabkan kebakaran di fasilitas yang ditargetkan.
“Kedua operasi berhasil mencapai tujuan. Serangan dilakukan secara presisi dan menyebabkan kebakaran besar di lokasi yang menjadi sasaran,” kata Saree, dikutip dari berbagai sumber, Senin (5/10/2026).
Klaim tersebut muncul ketika pertempuran antara Houthi dan pasukan yang didukung Arab Saudi di Yaman kembali meningkat.
Houthi menyatakan serangan terhadap fasilitas Aramco merupakan aksi balasan atas serangan Arab Saudi ke wilayah yang dikuasai kelompok tersebut di Yaman.
Saree juga mengeklaim pasukan Saudi melancarkan sekitar 50 serangan udara dan rudal terhadap Sanaa serta sejumlah wilayah lain dalam kurun 12 jam.
“Musuh terus melanjutkan agresi yang tidak adil terhadap rakyat kami dengan melancarkan lebih banyak serangan udara, yang dalam 12 jam terakhir mencapai 50 serangan udara dan rudal,” ujar Saree.
Houthi kemudian mengancam akan melanjutkan serangan terhadap fasilitas militer dan minyak Arab Saudi apabila operasi militer terhadap wilayah Yaman terus berlangsung.
Klaim mengenai serangan tersebut belum sepenuhnya terverifikasi secara independen, sementara pemerintah Arab Saudi dan Aramco belum memberikan konfirmasi langsung mengenai kerusakan fasilitas yang disebut menjadi sasaran.
Juru bicara koalisi yang dipimpin Arab Saudi, Turki al-Maliki, juga membantah klaim Houthi mengenai serangan ke Riyadh dan menyebutnya sebagai upaya kelompok tersebut mengalihkan perhatian dari situasi di medan perang Yaman.
Sementara itu, laporan Reuters menyebut kepulan asap dan api terlihat di sekitar fasilitas Aramco di Riyadh pada Sabtu (3/10), meski belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab kebakaran tersebut.
Serangan yang menyasar infrastruktur energi tersebut menambah ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi serta meningkatkan perhatian terhadap keamanan fasilitas minyak strategis di kawasan Timur Tengah.