JAKARTA, Cobisnis.com – Suasana KRL Jabodetabek pada H+2 Lebaran justru dipadati penumpang. Kondisi ini berbeda dari perkiraan banyak orang yang mengira transportasi akan lebih lengang.
Sejumlah penumpang mengaku terkejut dengan kondisi tersebut. Mereka mendapati gerbong KRL tetap penuh seperti hari kerja, meskipun masih dalam suasana libur Lebaran.
Salah satu penumpang, Yogi, yang melakukan perjalanan dari Bogor menuju Manggarai, mengatakan bahwa KRL tetap padat sepanjang perjalanan. Ia awalnya memperkirakan jumlah penumpang akan menurun.
Kepadatan ini membuat sebagian penumpang tidak mendapatkan tempat duduk. Bahkan, anak-anak terlihat harus berdiri selama perjalanan karena keterbatasan kursi.
Yogi juga menyoroti aspek kenyamanan dan keamanan di dalam gerbong. Ia menilai kondisi padat membuat ruang gerak terbatas, terutama bagi keluarga yang membawa anak.
Meski demikian, KRL tetap menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Faktor tarif yang murah dan efisiensi waktu menjadi alasan utama dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.
Penumpang lain, Ahmad Toriq, juga mengalami hal serupa. Ia bersama keluarga menggunakan KRL untuk bepergian ke Depok dalam rangka liburan sekaligus bersilaturahmi.
Ahmad mengaku tidak menyangka KRL akan penuh pada hari tersebut. Ia mengira sebagian besar masyarakat masih berada di kampung halaman sehingga transportasi kota akan lebih sepi.
Namun kenyataannya, banyak orang justru memanfaatkan momen libur Lebaran untuk bepergian di dalam kota. Hal ini menyebabkan lonjakan jumlah penumpang di KRL.
Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran pola mobilitas masyarakat saat libur panjang. KRL tidak hanya digunakan untuk aktivitas kerja, tetapi juga untuk kebutuhan rekreasi dan silaturahmi.
Di sisi lain, kepadatan ini menjadi catatan bagi operator transportasi. Kesiapan layanan di masa libur dinilai perlu menyesuaikan dengan potensi lonjakan penumpang.
Secara umum, KRL tetap menjadi transportasi favorit masyarakat urban. Namun, tantangan kapasitas dan kenyamanan masih perlu menjadi perhatian ke depan.