JAKARTA, Cobisnis.com – Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo mengajak generasi muda mulai mengambil kendali atas masa depan finansial sejak sekarang. Menurutnya, masa muda merupakan momentum untuk membangun kebiasaan keuangan yang sehat, mulai dari mengelola waktu, mengatur pengeluaran, hingga membangun aset.
Pesan tersebut disampaikan Anggoro dalam Sharing Session Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (UNPAD) bertajuk “Own Your Future: Small Choices Today, Bigger Possibilities Tomorrow” di hadapan sekitar 10 ribu mahasiswa baru UNPAD.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen BSI dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Anggoro mengingatkan bahwa setiap orang memiliki modal yang sama setiap harinya, yakni 24 jam. Namun, menurutnya, perbedaan terletak pada bagaimana waktu tersebut dimanfaatkan untuk membangun masa depan.
“Setiap manusia memiliki waktu yang sama. Yang membedakan adalah bagaimana kita menggunakan waktu tersebut untuk membangun masa depan. Jangan hanya menjadi pengguna masa depan, jadilah pemilik masa depan. Your Future Starts Now,” ujar Anggoro.
Jangan Hanya Punya Uang, Mulai Bangun Aset
Anggoro juga mendorong generasi muda mengubah cara pandang terhadap uang. Menurutnya, pengelolaan keuangan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana memperoleh dan membelanjakan uang, tetapi juga mengubah sebagian penghasilan menjadi aset yang dapat menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.
Ia menilai kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten sejak muda dapat memberikan dampak besar di kemudian hari.
“Anak muda jangan hanya berpikir punya uang, tetapi mulai berpikir punya aset. Jangan menunggu kaya untuk mulai berinvestasi. Justru mulai dari sekarang, dari jumlah yang kecil, tetapi konsisten,” tegas Anggoro.
Salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan adalah emas. Anggoro memberikan ilustrasi mengenai perubahan nilai emas terhadap harga barang.
Jika dahulu sebuah mobil dengan harga sekitar Rp125 juta setara dengan kurang lebih 230 gram emas, pada 2025 mobil dengan harga sekitar Rp200 juta hanya setara sekitar 75 gram emas. Ilustrasi tersebut menunjukkan bagaimana emas dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.
BSI Perluas Akses Investasi Emas
Untuk memperluas akses generasi muda terhadap instrumen emas, BSI menghadirkan layanan Bank Emas (Bullion Bank) yang memungkinkan masyarakat memiliki emas secara lebih mudah dan terjangkau.
Melalui BYOND by BSI, nasabah dapat membeli emas fisik secara digital mulai dari Rp50 ribuan. Layanan tersebut juga memungkinkan nasabah melakukan jual emas dan transfer gramasi secara realtime 24/7 dengan harga yang kompetitif.
Nasabah juga memiliki pilihan untuk mencetak kepemilikan emas fisiknya, mulai dari 2 gram.
Menurut Anggoro, emas tidak hanya dapat dipandang sebagai instrumen investasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan untuk berbagai kebutuhan kehidupan, mulai dari pendidikan, dana darurat, hingga persiapan ibadah haji.
Karena itu, literasi keuangan perlu mulai ditanamkan sejak masa mahasiswa. Dengan pemahaman finansial yang baik, generasi muda diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu mengelola hasil kerja dan membangun kekayaan secara sehat serta sesuai prinsip syariah.
“Small Choices Today, Bigger Possibilities Tomorrow. Mulai dari mengatur waktu, mengatur pengeluaran, menyisihkan uang, lalu mengubahnya menjadi aset. Masa depan tidak dibangun nanti ketika kita sudah sukses. Masa depan dibangun dari keputusan-keputusan kecil yang kita ambil hari ini,” tutup Anggoro.