JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya ide agar keuntungan Badan Pengelola Investasi Danantara nantinya dapat disalurkan kembali ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.
Purbaya mengatakan rencana tersebut masih sebatas gagasan dan belum menjadi kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Hal itu disampaikannya saat ditemui pewarta di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
“Nanti kita lihat, itu baru ide, jadi kontribusi Danantara ke saya, yang saya tahu seperti itu,” ujar Purbaya, dikutip dari beberapa sumber.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut pendapatan Danantara berdasarkan laporan yang diterimanya melonjak hingga 400% dalam satu tahun. Namun, angka tersebut masih diminta untuk diverifikasi melalui audit menyeluruh.
“Dalam satu tahun beroperasi Danantara, saya dapat laporan bahwa revenue atau penghasilan dari Danantara sudah naik 400%, saudara saudara, kurang lebih,” kata Prabowo saat memberikan sambutan.
Prabowo menegaskan angka tersebut tetap perlu diperiksa meskipun nantinya hasil audit menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah. Menurutnya, kenaikan 300% atau 200% sekalipun tetap menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Saat ini, Danantara mengelola aset BUMN dengan nilai sekitar US$1.000 miliar atau setara Rp17.800 triliun. Besarnya aset tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah untuk mendorong peningkatan kontribusi Danantara terhadap perekonomian nasional.
Danantara juga ditargetkan mampu menghasilkan keuntungan minimal Rp800 triliun atau sekitar US$50 miliar setiap tahun. Target tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi badan pengelola investasi tersebut terhadap negara.
Jika gagasan penyaluran keuntungan ke APBN terealisasi, tambahan dana tersebut berpotensi menjadi salah satu sumber kontribusi bagi keuangan negara. Namun, pemerintah belum menjelaskan mekanisme, besaran, maupun waktu pelaksanaannya.
Untuk saat ini, pemerintah masih perlu memastikan kinerja dan keuntungan Danantara melalui proses audit. Hasil audit tersebut akan menjadi dasar untuk melihat seberapa besar kontribusi yang dapat diberikan kepada APBN.