Dulu Korban Perdagangan Satwa, Kini Bulan Lahirkan Bayi Orangutan di Hutan Aceh

Oleh Desti Dwi Natasya pada 04 Jun 2026, 19:02 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Seekor bayi orangutan Sumatera lahir dari induk bernama Bulan di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho, Aceh Besar. Kelahiran tersebut dikonfirmasi oleh tim pemantau yang melakukan monitoring langsung pada 22 Mei 2026.

Saat dipantau di kawasan hutan, Bulan terlihat aktif bergerak sambil menggendong anaknya. Induk orangutan tersebut juga menunjukkan perilaku protektif dan tidak membiarkan bayinya terlepas dari pelukannya.

Bayi orangutan berjenis kelamin jantan itu diperkirakan berusia sekitar satu bulan. Kondisinya dilaporkan sehat dan mampu mengikuti pergerakan induknya di tajuk hutan.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, memberikan nama “Badar” kepada bayi orangutan tersebut. Nama Badar yang berarti bulan purnama diharapkan menjadi simbol harapan baru bagi kelestarian orangutan Sumatera di alam liar.

Menurut Raja Juli Antoni, kelahiran ini menjadi bukti bahwa upaya perlindungan habitat dan konservasi dapat memberikan hasil nyata. Ia berharap Badar dapat tumbuh sehat dan berkembang di habitat alaminya.

Induk Badar, yakni Bulan, memiliki kisah perjalanan yang panjang sebelum kembali hidup di alam bebas. Bulan merupakan orangutan yang diselamatkan dari perdagangan satwa liar di Aceh Tenggara pada 2014 saat masih berusia sekitar dua tahun.

Setelah menjalani rehabilitasi selama empat tahun di pusat karantina dan rehabilitasi orangutan, Bulan akhirnya dilepasliarkan ke kawasan Cagar Alam Jantho pada 2018. Kini, ia berhasil berkembang biak dan melahirkan anak di habitat alaminya.

Kepala Balai KSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menyebut kelahiran Badar menjadi bukti keberhasilan program rehabilitasi dan pelepasliaran orangutan. Peristiwa ini sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga habitat hutan agar populasi orangutan Sumatera dapat terus bertahan dan berkembang di alam liar.